E-mail : anugrah635@gmail.com

Whatsapp : 081949445856

Google+ :  +Angga barista

Instagram :@angga.barista

Twitter : @anggabarista14

Telegram : 081949445856

Telegram Channel : anggabarista
Warung Rindu merupakan nama sebuah cafetaria yang baru buka beberapa waktu lalu di jalan tamansiswo Yogyakarta. Cafetaria ini hadir dengan mengusung konsep jadul yaitu dengan terdapat banyaknya sekali barang-barang ataupun benda-benda antik dan unik yang berasal dari jaman dahulu.
Cafetaria yang buka sejak siang hari hingga malam hari pukul 00:00 WIB menawarkan menu-menu yang juga berkonsep jadoel. 
Ruangan BK (Bimbingan Konseling) yang ada disetiap sekolah yang ada di Indonesia merupakan sebuah tempat yang cukup angker dan mengerikan bagi sebagian orang terutama siswa atau siswi yang bermasalah.


Pagi itu Hendra terbangun dari tidurnya dengan nafas yang megap-megap, seperti sedang semaput habis dikejar anjing. Jelas ngos-ngosan, Hendra baru saja dilanda mimpi buruk yaitu, mimpi tentang ia bermasalah dengan sekolah, guru dan temanya. terbangun dari mimpi buruk yang menghampirinya ia pun menatap tajam ke arah jam dinding yang tergantung antara surat yasin dan foto mantannya.



Matanya terbelalak melihat jarum jam menunjukkan pukul 06:45 AM yang berarti 15 menit lagi gerbang sekolah akan segera ditutup. Tanpa berpikir panjang dan tanpa hitungan satu dua tiga Hendra bergegas meloncat dari kasur menuju kamar mandi hanya untuk mencuci muka sekilas saja dan berkumur-kumur. "Plah.. plah.." Hendra memuntahkan air keruh berbau neraka dari mulutnya.

Setelah itu ia langsung mengenakan seragam yang sudah disetrika dengan rapi oleh si mbok, tanpa sempat membersihkan dan merapikan kamar dengan mengeluarkan jurus kagebunsin ninjutsu ia meninggalkan kamar hanya dalam waktu kurang dari 60 detik. Arem-arem dan wedang di meja makan yang sudah disiapkan oleh si mbok untuk sarapan pagi itu ditinggalkannya begitu saja.

Begitu cepat gerakan Hendra hingga ia nyaris saja menabrak bapak yang sedang memberi makan anak ayam di halaman rumah. Dengan nada tanya "ojo kesusu le, mau kemana toh" nyaris setiap hari Hendra bangun kesiangan dan hampir setiap hari pula bapak menanyakan hal yang sama yaitu "jangan terburu-buru, mau kemana ?" atau setiap kamis pahing bapak mengganti pertanyaannya dengan nasehat namun masih dengan kalimat ojo kesusu hanya akhirannya saja yang diganti menjadi "ojo kesusu le, mengko ilang anu ne".

Begitu paniknya Hendra karena takut terlambat datang ke sekolah hingga ia lupa mengenakan sepatu, padahal sudah keluar halaman. Kemudian ia kembali lagi dengan langkah yang begitu cepat bagaikan seorang atlet lari sea games. Didapatinya sepatu di teras rumah yang memang juga sengaja sudah diletakkan si mbok supaya mempermudahnya jika telat bangun.
***

Mbok begitu perhatian dengannya sebelum berangkat ke pasar, si mbok sudah mempersiapkan semua keperluan Hendra dengan baik dan rapi sehingga ketika anak bungsu dari 3 bersaudara itu terbangun semuanya sudah siap dan tak ada yang kurang satu apapun. Bapak hanya tertawa cekikikan melihat tingkah Hendra yang jauh berbeda dari dua orang kakaknya yang kini sudah berkeluarga dan satunya sedang menempuh pendidikan Pascasarjana di salah satu perguruan tinggi yang ada di Jogja.
**

Hendra memilih untuk tidak mengenakan sepatunya ia berlari menyusuri sawah dan aliran irigasi melangkahkan kakinya yang bertenaga kuda dua kali lebih cepat dari biasanya. Karena sudah terbiasa terlambat dan berlari kencang bahkan ia sudah tahu bahwa kecepatannya untuk mencapai sekolah dengan berlari yaitu 20 km/jam atau jika dimenitkan sekitar 5 menit. Namun baginya 5 menit itu biasa, oleh sebab itu Hendra selalu berusaha untuk berlari lebih cepat dan memecahkan rekor baru di bulan ini. Karena satu bulan yang lalu waktu tercepat yang pernah ia dapatkan yaitu 4 menit 59 detik lebih cepat satu detik dari biasanya. Oleh sebab itu ia terus berusaha supaya ia dapat memecahkan rekor terbaru dan berharap semoga gerbang belum ditutup oleh pak Sarmin, kalau tidak tamatlah riwayatnya.
Karena satu bulan ini ia sudah terlambat lebih dari 12 kali. itu artinya dalam satu minggu rata-rata Hendra terlambat sekitar 3 kali dan lebih spesifiknya lagi pada senin pon, rabu legi, dan kamis pahing. 
 

Pagi itu aku duduk pada sebuah taman yang dipayungi oleh pohon kayu ara yang dahannya melebar kemana-mana dan meneduhi sekitar dengan lebatnya dedaunan. Sesekali aku membolak-balik halaman-halaman pada buku yang ku baca, sesekali pula aku menengok ke atas ketika ada dedaunan yang jatuh menimpaku karena tersapu oleh tiupan angin.

Daun yang jatuh menari-nari riang bersama alunan angin yang membawanya naik turun seperti sedang bermain biang lala. Beberapa hari sebelum aku duduk di bawah pohon ini aku sempat bermimpi berada disini dan hari ini mimpi itu menjadi sebuah kenyataan.

"Judi" adalah sebuah judul lagu yang dinyanyikan oleh Rhoma Irama. Dalam lirik lagu tersebut dituliskan "Bohong kalau perjudian itu awal dari kekayaan" tapi dewasa ini judi masih tetap hidup sehat belum ada tanda-tanda judi akan tutup usia dari muka bumi ini.

Judi dahulunya identik dengan premanisme, perjudian dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan. Namun seiring perkembangan zaman Judi semakin terkenal, tentu judi yang saya maksud ialah judi sungguhan yang dapat menyebabkan kerugian materil, bukan judi yang bisa menghibur "JUDIka".

Judi yang paling digemari dahulunya ialah judi togel, akan tetapi pada saat ini judi tidak lagi berupa togel. Namun memiliki beraneka ragam jenis judi, pada era digital saat ini tidak hanya perbankan saja yang menggunakan sistem online melainkan hampir di semua lini kehidupan masyarakat termasuk perjudian.

Sejak dunia internet mulai merangsek masuk kedalam kamar tidur, kamar mandi, kamar anak, kamar jenazah dan kamar-kamar lainya. Sejak saat itulah Judi menjadi bertransformasi menjadi lebih mudah dan praktis dilakukan. "Judi Online" lahir menggantikan kakaknya  judi togel ketika togel sering digrebek oleh kepolisian dan berujung buih.

Judi online hadir lebih percaya diri dengan penampilannya yang menarik perhatian setiap kalangan yang gelap mata membutuhkan uang banyak tanpa harus berbuat banyak. Hanya dengan bermodalkan PC atau Android yang terkoneksi dengan internet kini semua orang dimuka bumi ini bisa melakukan praktik perjudian tanpa harus datang ke tempat sabung ayam ataupun ke rumah juragan togel.

Hanya dengan satu klik semua bisa tersambung dengan judi online terutama judi bola yang paling digemari oleh para kaum judiman. Orang-orang yang tergabung dalam kelompok judiman ini bukan lagi preman ataupun pengangguran dan gelandangan. Melainkan orang-orang yang cerdas dan terpelajar seperti Mahasiwa, namun anda tidak perlu kaget dan merasa heran kenapa kok bisa kaum intelektual seperti mahasiswa terjerumus ke dalam lubang hitam perjudian.

Tentunya mereka memiliki alasan yang beragam, mulai dari kiriman yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tempat rantau, hingga ada yang ingin punya banyak uang melalui judi biar bisa poya-poya. Buat anda para orang tua yang membaca tulisan ini sebaiknya anda pastikan bahwa uang yang anda berikan kepada anak-anak anda dipergunakan dengan bijak olehnya di perantauan.

Praktik perjudian online nampaknya akan terus tumbuh dewasa mencapai titik klimaksnya ketika diselenggarakan perhelatan pertandingan sepakbola antar dunia. Semakin banyak liga semakin banyak harapan bagi kaum judiman untuk menang ataupun kalah, namun yang sudah pasti untung ialah para penyedia jasa Judi online dan yang rugi besar ialah para orang tua yang anak-anaknya terlibat dalam kegiatan yang diharamkan oleh Agama.

Uang bulanan yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari semakin tidak cukup karena kalah saat bermain judi online, akhirnya uang untuk membayar SPP digunakan sebagai modal terakhir untuk bertempur di medan perjudian dengan harapan menang dan bisa hidup berkecukupan di tanah rantau.
Namun malang tak bisa ditolak alih-alih mendapatkan keuntungan malah kekalahan dan kerugian yang didapatkan. Uang bulanan habis, uang untuk membayar biaya kuliah pun ikut lenyap terbawa tendangan Ronaldo yang mengalahkan Meisi dan teman-teman.

Sudah banyak terjadi hal demikian, kaya tak tercapai kuliahpun juga tak kunjung usai. Orang tua dirumah yang berkerja susah payah menjadi pihak yang paling dirugikan. Oleh sebab itu fungsi pengawasan dan pencegahan serta pengendalian perlu ditingkatkan oleh para orangtua. Namun hal itu juga tidak cukup orang tua harus berkerjasama dengan induk semang sang anak di tanah rantau (ibu/bapak kos) untuk dapat mewujudkan 3 hal tersebut.

Akan tetapi hal tersebut juga masih dirasa belum cukup untuk menanggulangi hal tersebut. Pada hal ini pemerintah juga diminta untuk mengambil andil dengan menerjunkan berbagai kebijakan dan pengawasan untuk mencegah terjadinya praktik perjudian online dikalahkan mahasiswa. Karena yang sudah-sudah perjudian online sering terjadi di Asrama-asrama mahasiswa daerah milik pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi.

Seharusnya pemerintah menitipkan induk semang pada setiap aset pemerintah berupa asrama tersebut guna mencegah praktik perjudian online dikalangan mahasiswa dan menindak tegas para pelaku perjudian online tersebut. Namun terkadang segala hal yang terjadi di asrama merupakan tradisi turun-temurun dari seniornya termasuk judi online para adik-adik yang masih lugu dan polos ini tanpa disadari ikut terjerumus dalam lubang hitam perjudian karena sudah melihat dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri atas keuntungan yang diperoleh dari judi online. Bahkan tak jarang juga akibat ajakan dari seniornya ataupun orang terdekatnya.

Pemerintah harus lebih serius menangani hal ini karena apabila terus dibiarkan akan berdampak buruk pada kesehatan akal pikiran mahasiswa yang tinggal di asrama daerah.