Google+ : +Angga barista
Instagram :@angga.barista
Twitter : @anggabarista14
Telegram : 081949445856
Telegram Channel : anggabarista
Pagi itu aku duduk pada sebuah taman yang dipayungi oleh pohon kayu ara yang dahannya melebar kemana-mana dan meneduhi sekitar dengan lebatnya dedaunan. Sesekali aku membolak-balik halaman-halaman pada buku yang ku baca, sesekali pula aku menengok ke atas ketika ada dedaunan yang jatuh menimpaku karena tersapu oleh tiupan angin.
Daun yang jatuh menari-nari riang bersama alunan angin yang membawanya naik turun seperti sedang bermain biang lala. Beberapa hari sebelum aku duduk di bawah pohon ini aku sempat bermimpi berada disini dan hari ini mimpi itu menjadi sebuah kenyataan.
"Judi" adalah sebuah judul lagu yang dinyanyikan oleh Rhoma Irama. Dalam lirik lagu tersebut dituliskan "Bohong kalau perjudian itu awal dari kekayaan" tapi dewasa ini judi masih tetap hidup sehat belum ada tanda-tanda judi akan tutup usia dari muka bumi ini.
Judi dahulunya identik dengan premanisme, perjudian dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan. Namun seiring perkembangan zaman Judi semakin terkenal, tentu judi yang saya maksud ialah judi sungguhan yang dapat menyebabkan kerugian materil, bukan judi yang bisa menghibur "JUDIka".
Judi yang paling digemari dahulunya ialah judi togel, akan tetapi pada saat ini judi tidak lagi berupa togel. Namun memiliki beraneka ragam jenis judi, pada era digital saat ini tidak hanya perbankan saja yang menggunakan sistem online melainkan hampir di semua lini kehidupan masyarakat termasuk perjudian.
Sejak dunia internet mulai merangsek masuk kedalam kamar tidur, kamar mandi, kamar anak, kamar jenazah dan kamar-kamar lainya. Sejak saat itulah Judi menjadi bertransformasi menjadi lebih mudah dan praktis dilakukan. "Judi Online" lahir menggantikan kakaknya judi togel ketika togel sering digrebek oleh kepolisian dan berujung buih.
Judi online hadir lebih percaya diri dengan penampilannya yang menarik perhatian setiap kalangan yang gelap mata membutuhkan uang banyak tanpa harus berbuat banyak. Hanya dengan bermodalkan PC atau Android yang terkoneksi dengan internet kini semua orang dimuka bumi ini bisa melakukan praktik perjudian tanpa harus datang ke tempat sabung ayam ataupun ke rumah juragan togel.
Hanya dengan satu klik semua bisa tersambung dengan judi online terutama judi bola yang paling digemari oleh para kaum judiman. Orang-orang yang tergabung dalam kelompok judiman ini bukan lagi preman ataupun pengangguran dan gelandangan. Melainkan orang-orang yang cerdas dan terpelajar seperti Mahasiwa, namun anda tidak perlu kaget dan merasa heran kenapa kok bisa kaum intelektual seperti mahasiswa terjerumus ke dalam lubang hitam perjudian.
Tentunya mereka memiliki alasan yang beragam, mulai dari kiriman yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tempat rantau, hingga ada yang ingin punya banyak uang melalui judi biar bisa poya-poya. Buat anda para orang tua yang membaca tulisan ini sebaiknya anda pastikan bahwa uang yang anda berikan kepada anak-anak anda dipergunakan dengan bijak olehnya di perantauan.
Praktik perjudian online nampaknya akan terus tumbuh dewasa mencapai titik klimaksnya ketika diselenggarakan perhelatan pertandingan sepakbola antar dunia. Semakin banyak liga semakin banyak harapan bagi kaum judiman untuk menang ataupun kalah, namun yang sudah pasti untung ialah para penyedia jasa Judi online dan yang rugi besar ialah para orang tua yang anak-anaknya terlibat dalam kegiatan yang diharamkan oleh Agama.
Uang bulanan yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari semakin tidak cukup karena kalah saat bermain judi online, akhirnya uang untuk membayar SPP digunakan sebagai modal terakhir untuk bertempur di medan perjudian dengan harapan menang dan bisa hidup berkecukupan di tanah rantau.
Namun malang tak bisa ditolak alih-alih mendapatkan keuntungan malah kekalahan dan kerugian yang didapatkan. Uang bulanan habis, uang untuk membayar biaya kuliah pun ikut lenyap terbawa tendangan Ronaldo yang mengalahkan Meisi dan teman-teman.
Sudah banyak terjadi hal demikian, kaya tak tercapai kuliahpun juga tak kunjung usai. Orang tua dirumah yang berkerja susah payah menjadi pihak yang paling dirugikan. Oleh sebab itu fungsi pengawasan dan pencegahan serta pengendalian perlu ditingkatkan oleh para orangtua. Namun hal itu juga tidak cukup orang tua harus berkerjasama dengan induk semang sang anak di tanah rantau (ibu/bapak kos) untuk dapat mewujudkan 3 hal tersebut.
Akan tetapi hal tersebut juga masih dirasa belum cukup untuk menanggulangi hal tersebut. Pada hal ini pemerintah juga diminta untuk mengambil andil dengan menerjunkan berbagai kebijakan dan pengawasan untuk mencegah terjadinya praktik perjudian online dikalahkan mahasiswa. Karena yang sudah-sudah perjudian online sering terjadi di Asrama-asrama mahasiswa daerah milik pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi.
Seharusnya pemerintah menitipkan induk semang pada setiap aset pemerintah berupa asrama tersebut guna mencegah praktik perjudian online dikalangan mahasiswa dan menindak tegas para pelaku perjudian online tersebut. Namun terkadang segala hal yang terjadi di asrama merupakan tradisi turun-temurun dari seniornya termasuk judi online para adik-adik yang masih lugu dan polos ini tanpa disadari ikut terjerumus dalam lubang hitam perjudian karena sudah melihat dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri atas keuntungan yang diperoleh dari judi online. Bahkan tak jarang juga akibat ajakan dari seniornya ataupun orang terdekatnya.
Pemerintah harus lebih serius menangani hal ini karena apabila terus dibiarkan akan berdampak buruk pada kesehatan akal pikiran mahasiswa yang tinggal di asrama daerah.
Oleh : Angga Putu Soemardi HTI telah dilarang oleh pemerintah, di Belitung Timur HTI di tolak oleh masyarakat namun HTI yang dito...
Designed with by Way2themes | Distributed by Blogspot Themes