Ketika mendaki Merbabu  pada September 2015 saya gagal menggapai puncak, Merbabu memiliki ketinggian 3172 Mdpl, saya dan rombongan berangkat dari Jogja dan memilih jalur pendakian Selo, Boyolali Jawa Tengah.

Ketika itu Karena banyak halangan dan rintangan untuk mencapai posko, kami baru berada di basecamp Selo sekitar pukul 12 dan mulai mendaki sekitar pukul 1 pagi
Hingga akhirnya sekitar pukul 4 pagi kami mendirikan tenda di Savana 1.

Pada pukul 10 pagi teman-teman yang lain memutuskan untuk melanjutkan pendakian, dan saya memilih berdiam diri saja di tenda, sembari melihat tebaran Bunga edelwies yang mengelilingi tenda, edelweis merupakan bunga keabadian, edelweis sangatlah indah.

Karena merasa penasaran dengan tanjakan setan yang memiliki kemiringan cukup lumayan atau bisa dikatakan vertical limitnya Merbabu, saya sudah menyimpan rasa penasaran itu sejak pukul 4 pagi ketika kami baru saja tiba di Savana 1.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melewati vertical limit tersebut, karena sudah lebih dari 6 jam saya melihat banyak pendaki yang kewalahan menaklukkan tanjakan tersebut, membuat saya semakin penasaran untuk ikut merasakan kesulitan mendaki lereng curam tersebut.

Saya awali langkah dengan bismillah, ternyata memang betul kawan tak mudah melewatinya, aku mencoba mendaki tanpa berpegangan pada tali yang sudah tersedia, namun gagal, kemudian mencoba menggapai tali yang sudah ada untuk memudahkan proses pendakian, akhirnya aku berhasil memegang erat tali tersebut, sekarang tugasku melewati setengah dari lereng curam ini dengan berpegangan pada seutas tali, kalau genggaman ini terlepas maka dapat dipastikan aku akan jatuh terguling dan bebatuan yang ada di bawah siap menyambutku.

Aku tak membawa ransel, hanya sebotol air mineral 1 liter yang isinya mungkin tidak sampai 1/2 liter, akhirnya aku berhasil melewati vertical limit tersebut, meskipun dengan tangan yang memerah karena terlalu kuat menggenggam tali putih yang sedikit kasar itu.

Kemudian di atas aku menemui beberapa tenda pendaki dan mereka juga bersiap untuk melanjutkan perjalanan, aku putuskan untuk mengikuti mereka dari belakang namun sekitar 20 menit perjalanan kabut jenuh menyelimuti.

Bersambung...

Suatu hari di awal Desember aku terduduk diam menatapi tetesan air hujan yang jatuh kian deras mengalir tak kunjung henti dari atas genteng. Sejujurnya dalam tatapan yang kosong itu aku melamun, teringat akan seseorang yang dulu pernah melewati hujan bersama denganku di suatu malam minggu.

Hujan yang turun begitu deras ketika itu membuatku ingin menghentikan  kendaraan, ketika itu dan aku berkata apakah kita akan berteduh ? namun dengan suara yang samar-samar karena tertutup suara air hujan yang mengguyur ia berkata "jalan saja terus aku akan bersamamu sekalipun dalam badai".

Dalam hatiku, aku berkata ini adalah wanita paling gila yang pernah aku temui, hujan lebat petir kilat seperti ini ia masih tetap ingin terus melanjutkan perjalanan, begitu derasnya hujan ini sampai-sampai jas hujan yang kami gunakan tak mampu menahan guyuran air hujan yang kian deras membuat kami tetap saja basah kuyup sekalipun sudah menggunakan jas hujan.

Namun akhirnya di tengah-tengah perjalanan hujan itupun sedikit mereda, kemudian aku ingin berhenti untuk membuka jas hujan karena hujannya sudah benar-benar berhenti namun ia memintaku untuk tetap menjalankan kendaraannya. Kemudian ia berkata sembari memelukku "kalo pake jas hujan orang lain ngga liat kalo aku lagi meluk kamu" sambil tertawa.

Lagi dalam hatiku berkata baru kali ini aku menemui wanita sepertinya, sikapnya yang manja membuatku terkadang suka merasa lucu, karena aku belum pernah menemui wanita sepertinya, dan ini menarik bagiku sejak dulu aku ingin sekali punya pacar yang manja dan akhirnya hari ini aku bisa merasakannya.

Sudah hampir 1 jam kendaraan ini melaju aku menikmati perjalanan ini bersamanya, kami mengobrol dan bercerita banyak hal, tentang satu sama lainnya. Haripun sudah larut aku memutuskan untuk segera mengantarnya pulang aku tak ingin teman-temannya khawatir karena sebelumnya ia tak pernah keluar sampai selarut ini.

Malam ini meskipun hujan aku merasakan kebahagiaan, begitupun dia karena kami baru saja memulai hubungan yang selama ini aku inginkan, usahaku untuk mendapatkan hatinya tidak mudah, ada banyak hal dan rintangan yang aku alami sebelum malam ini.

Sepuluh bulan yang lalu kami tak sengaja dipertemukan oleh takdir Tuhan, dalam sebuah kesempatan yang sulit untuk dilupakan, ketika itu aku memang tak sendiri begitupun dirinya, ketika itu kami sama-sama memiliki pasangan, dan aku pun paham betul bahwa jatuh cintaku pada saat itu adalah salah.

Karena pada saat itu aku juga sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita lainnnya, namun tak bisa ku jelaskan bahwa mengapa aku jatuh cinta dengannya, "kok bisa ?"Pertanyaan itu pun selalu di lontarkan oleh Ningrum kepadaku, baginya hal semacam itu tidak mungkin terjadi. Namun faktanya itu terjadi dan aku pun telah jatuh cinta padanya.

Sampai akhirnya beberapa bulan setelah pertemuan itu, aku mengalami pertengkaran hebat dengan kekasihku saat itu, pertengkaran itu dikarenakan kekasihku cemburu melihat chatingan di BBM ku dengan wanita lain, sebetulnya wanita itu adalah temanku dan ia tetap tak percaya dan menuding aku telah bersalah dan berselingkuh, hingga akhirnya ia memilih untuk mengakhiri hubungan kami.

Ketika kejadian itu terjadi sejujurnya aku juga sudah diam-diam memberanikan diri untuk mendekati Ningrum, dan keputusan kekasihku saat itu untuk mengakhiri hubungan aku terima dengan perasaan sedih yang lebih banyak bahagianya. Karena dalam hatiku berkata inilah kesempatan ku untuk benar-benar bisa dekat dengan Ningrum, meskipun saat itu aku sedikit khawatir ia tidak akan memperdulikan ku, karena saat itu Ningrum sudah memiliki kekasih.

Namun aku bukanlah aku, jika aku menyerah untuk mendapatkannya hanya karena ia sudah ada yang punya, aku terus mencari-cari perhatian melalui chatinganku dengan Ningrum. Namun aku masih menutup rapat-rapat Tentang isi hatiku padanya, aku tak ingin dalam waktu yang singkat ini ia mengetahuinya.

Sampai akhirnya aku melihat sebuah postingan di Facebook ia diantarkan oleh kekasihnya ke bandara, aku pun merasa sedih melihat itu, pikirku ketika itu sudah tak ada lagi kesempatan untuk memilikinya, sejak saat itu aku mencoba untuk tak lagi berharap, aku mencoba untuk memendam perasaanku. Ketika itu aku sedang teraniaya, dan aku pun berdoa, karena katanya doa orang yang teraniaya itu terkabulkan.

Selama lebih dari 1 bulan aku memendam kekecewaan itu, karena sebelumnya aku juga pernah membuat janji untuk berangkat ke Jogja bersama-sama dengannya, dalam hatiku untuk saja ketika itu aku tak memilih untuk berangkat bersamanya, kalau tidak betapa sakitnya hatiku ketika melihat ia diantar oleh kekasihnya di bandara.

Lama aku tak menghubunginya, aku sedang berusaha untuk legowo menerima kenyataan bahwa ia sudah memiliki kekasih yang begitu ia cintai, namun ketika aku kembali ke Jogja semangatku untuk kembali mendekati dan merebut hatinya begitu menggebu-gebu tak tertahankan, pertama aku coba untuk menghubunginya melalui BBM, awalnya kami hanya chatingan sekali dalam satu pekan, berlanjut menjadi beberapa kali dalam sepekan, dan tanpa aku sadari kini aku sudah hampir setiap hari, setiap saat, setiap detik bercengkrama dengannya, entah itu melalui BBM, WA.

Kami mulai saling menanyakan kabar, dan pada suatu hari aku memberanikan diri untuk menelponnya, hingga menjadi kebiasaan setiap harinya. Kini aku merasa sangat dekat dengannya, dan kini juga aku sudah tahu bahwa ia juga sudah tak lagi bersama kekasihnya, membuat aku yakin inilah saatnya aku bisa merebut hatinya, aku bisa menunjukkannya bahwa aku benar-benar cinta.

Sampai aku mendapatkan kabar darinya bahwa ia, akan pergi keluar kota beberapa Minggu untuk melaksanakan tugas praktik kuliah, entah mengapa aku merasa sedih jika harus berpisah darinya, hingga pada suatu sore aku memberanikan diri untuk datang menemuinya, sebelum ia pergi keluar kita. Dan pertemuan untuk yg ke 3 kalinya itu aku masih saja merasa deg-degan, aku merasakan malu untuk bertemu dengannya dan aku juga merasa bahagia bisa melihatnya langsung.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY menggelar pentas bertajuk kesenian daerah yang diberi nama "MIMBAR PERTUNJUKAN SASTRA NUSANTARA" yang mana acara tersebut akan di gelar sabtu,  17 September 2016 Mendatang di Pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY.

Tidak semua provinsi berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut hanya ada 5 lima daerah yang di tunjuk untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,  salah satunya adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Yang mana pada kesempatan kali ini BABEL akan perform di wakili oleh Sanggar Serumpun Sebalai Yogyakarta yang merupakan Sanggar yang dimiliki dan di bentuk oleh mahasiswa-mahasiswi asal Bangka Belitung.

Dalam pentas kali ini BABEL akan berada satu panggung dengan 4 provinsi lainnya yaitu Papua Barat,  Kalimantan Selatan, Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jangan lupa saksikan penampilan Sanggar Serumpun Sebalai Yogyakarta dalam acara tersebut,  dan untuk menonton kegiatan tersebut di kenakan free HTM serta dari pihak penyelenggara juga menyediakan Angkringan Gratis untuk pengunjung yang datang.
Kamis (15/09).

Mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari Bangka Belitung di Yogyakarta. Membentuk Sanggar Serumpun Sebalai, sanggar tersebut resmi di bentuk pada tanggal 9 Juni 2016 / 4 Ramadhan 1437 H.

Dengan semangat yang begitu tinggi para mahasiswa/i asal Bangka Belitung yang tergabung dalam organisasi kedaerahan seperti Asrama Putri Dayang Serumpun Sebalai, Ikatan Keluarga Pelajar Belitong (IKPB), ISBA, Forkrevmah,  Hamka dan Mahasiswa Bangka Belitung Yang Kuliah ISI.

Membentuk Sanggar yang diberinama Serumpun Sebalai sesuai selogan dari provinsi kepulauan Bangka Belitung. Dari pembentukan Sanggar tersebut terpilihlah ketua dan wakil ketua Sanggar sekaligus sebagai formatur Sanggar,  Yaitu Saudara Anugrah Agung Setiawan sebagai ketua dan Saudari Raras Kusfajarini wakil ketua.

Dua orang mahasiswa dan mahasiswi UIN Sunan Kalijaga ini mewakili organisasi yang mendelegasikan mereka,  yaitu IKPB dan Asrama Dayang Serumpun Sebalai Yogyakarta.

Harapannya kedepan Sanggar ini bisa berkembang dan maju menjadi wadah pemersatu dan mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa BABEL yang berada di Yogyakarta,  tak hanya itu kami juga berharap Sanggar ini bisa tempat mengembangkan bakat dan mengasah kreatifitas serta melestarikan budaya dan tradisi yang ada di Bangka Belitung. Tutur Ketua Sanggar.
(9/6) Yogyakarta.

Pada awal Juni 2016 Trans Jogja tampil dengan wajah baru. Seluruh armada Trans Jogja di ganti dengan menggunakan Bus baru berwarna biru yang lebih nyaman, bersih, dan bebas polusi.

Jika kita hanya melihat sepintas bus baru bermerk Hino ini sangat cantik dan elok di pandang di bandingkan dengan bus lama yang dimiliki Trans Jogja.

Namun ketika hari ini (31/5) saya untuk pertama kalinya mencoba menumpangi bus baru Trans Jogja dari bandara menuju halte Wanitatama dengan bus 1A saya mendapati pipa AC di bagian kiri depan mengalami sedikit kebocoran mengeluarkan tetesan-tetesan air, yang jatuh di dekat kursi penumpang.

Namun secara keseluruhan Armada baru Trans Jogja ini sangat nyaman dan layak menjadi Transportasi unggulan kota Yogyakarta untuk mengatasi kemacetan yang mulai membuat lelah para pengguna kendaraan bermotor. (Selasa, 31 Mei 2016)

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan libur panjang semester genap IKPB Cab. Yogyakarta melalui Divisi Kerohanian Menggelar Bakti Sosial Gerakan Berbagi Quran. Yang insyaallah akan dilaksanakan di Belitung pada bulan Juli mendatang

Sasaran kegiatan tersebut adalah TPA atau Madrasah di Belitung yang memiliki keterbatasan dalam jum'lah Qur'an dan Iqra sebagai bahan ajar.

IKPB Cab. Yogyakarta telah menerjunkan TIM Survei pada bulan Januari 2016 lalu, dari hasil survei tersebut terpilih beberapa wilayah di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Wilayah yang menjadi sasaran kegiatan IKPB ialah Kecamatan Membalong, Kecamatan Simpang Pesak dan Kecamatan Dendang.

Kegiatan Gerakan Berbagi Qur'an tersebut bersifat terbuka, siapa saja boleh menjadi donatur atau penyandang dana. "Kami menerima Al-Qur'an, Buku Iqra, Buku Keagamaan dan Uang untuk di belikan Qur'an." Jelas Angga Selaku Dana Usaha Kegiatan Tersebut.

Untuk uang dapat disalurkan melalui Rek. 0892-01-018870-53-3 Atas Nama IKPB Cab. Yogyakarta. Sedangkan Al-Quran, Iqra dan Buku Keagamaan dapat disalurkan dengan menghubungi kontak kami ☎ 081949445856. Tutur Angga.

Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat Belitung, teman-teman mahasiswa, semua pihak yang dapat membantu kami nantikan bantuannya.

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi TPA atau Madrasah yang menerima bantuan. (24/5).

Sepertinya hari indah itu baru saja aku lewati bersamamu beberapa menit lalu. Hari dimana aku dan kamu selalu terlibat bahagia dalam setiap langkah perjalanan kisah cinta kita.
Seperti pada Sabtu malam di bulan Desember 2015, pada malam itu aku mengungkapkan sebuah rasa yang tersimpan dalam relung hati, aku katakan bahwa aku mencintaimu. Senyuman dan anggukan yang kau lontarkan, dan tanpa ragu kau juga mengatakan bahwa dirimu juga mencintaiku.
Perasaanku yang berbunga-bunga, hatiku yang begitu bahagia. Tubuhku dan tubuhmu saling memeluk erat dengan penuh rasa, hingga tak kita sadari bibir itu menari-nari bergerak ke sana kemari tak tentu arah mengungkapkan rasa membawa pesan cinta.
Hari demi hari berlalu, purnama berganti, waktu berputar, Minggu demi Minggu terlewati, bulan demi bulan kita lalui, dengan penuh bahagia dan suka cita. Hingga pada akhirnya kau pergi tanpa kabar, tak meninggalkan jejak, tak tahu kemana, menghilang begitu saja ? Tanpa alasan, tanpa ucapan, tanpa ciuman, dan tanpa perpisahan.
Sejak kepergianmu itu aku mendadak jadi pendiam, tak mampu bicara, tak ada kata yang terlontar, hanya hati yang bergetar. Aku menanti kepulanganmu, menatapi purnama, berdoa kepada Tuhan,  merindukanmu, berharap kau segera kembali. Aku berjalan mencarimu di setiap gelap datang, hingga siang menjelang. Kaki-kaki yang terus melangkah tak tentu arah, dan pada purnama ke 12 aku melihat bayanganmu dalam sebuah ingatan memori masa lalu.
Aku gugup, aku diam dan aku penasaran apakah itu kamu ? Atau itu hanya halusinasiku. Ketika waktu yang ku tunggu tiba, aku tetap setiap menanti hingga pada akhirnya kita dipertemukan lagi dalam suasana yang gaduh, Spektrum warna yang membara menyinari pertemuan itu, semakin indah ketika kuning berganti biru lembayu di tepian kota tempat kita saling berbagi, dahulu ketika tubuh itu masih menyatu dengan tubuhku dalam sebuah pelukan yang hangat dan selalu kau rindukan.
Semuanya berbeda tak nampak lagi ke sunyian dan sebuah keromantisan yang ada hanyalah kegaduhan, yang terucap hanyalah saling menyalahkan dan melontarkan beberapa tudingan-tudingan yang tak seharusnya kau tuduhkan.
Dan pada akhirnya aku menyadari bahwa itu semua caramu memberitahuku bahwa dirimu tak lagi sejalan, tak lagi sama, tak lagi indah seperti purnama ke 12. Kini kau  telah berfotosintesis berkembang menjadi makhluk liar dan bebas kini kau telah tumbuh lebih cepat dari yang pernah aku bayangkan. Kini langkahmu tak lagi sejalan denganku, kini jejakmu perlahan terhapuskan oleh kekecewaan, kini kau melangkah pasti dan langkahmu tak lagi sendiri. Kepergianmu bukan tak beralasan kepergianmu itu adalah sebuah proses yang cukup panjang untuk menemukan sebuah kehidupan baru, hingga akhirnya kau bertemu dengan senyawa baru, berkembang dalam sebuah ovarium dan melahirkan kisah cinta yang baru bersama dengan senyawa baru yang lebih baik dari pada aku.
Semua baru yang telah kau pilih untuk mendampingimu, membuatmu lebih bahagia, memberikanmu lebih banyak tawa, hingga pada akhirnya kau lupa bahwa aku juga bagian darimu yang telah kau singkirkan dalam sebuah kenangan masa lalu, membuat keberadaanku menjadi tak berarti, dan inilah catatan kecil untuk kisah yang telah usai.

Anugrah Agung Setiawan

Yogyakarta, 24 Mei 2016.