Hai guys, buat kalian yang pengen travelling murah meriah alias backapackeran dari jogja ke pulau Belitung berikut gua kasih tips dan triknya.

Pertama dari jogja untuk menuju Belitung lo pastinya terlebih dahulu harus menuju jakarta setelah itu kalo lo udah nyampe jakarta baru deh bisa melanjutkan perjalanan ke Belitung.

Perjalanan dari jogja ke jakarta lu bisa menggunakan moda transportasi darat dan udara seperti Kereta, Bis dan Pesawat tentunya. Kalau pilihan kalian KERETA atau BIS nanti setelah tiba di jakarta kalian bisa menggunakan dua pilihan transportasi untuk mencapai Belitung yang pertama melalui moda transportasi udara yaitu pesawat dan moda tranportasi kedua yaitu Kapal Laut.

VIA KERETA :
Setibanya di Jakarta dari Stasiun Gambir langsung naik taksi meluncur ke Bandara Soetta atau kalo lu milih naik kapal langsung juga meluncur ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara menggunakan Taksi online.

VIA BUS :
Setibanya di terminal kampung rambutan lu bisa meluncur ke Bandara Soetta atau pelabuhan tanjung priuk dengan menggunakan taksi online ataupun Damri.

Atau kalo lu ngga mau terlalu ribet dan punya uang lebih buat beli tiket pesawat, gua saranin emang lu harus naik pesawat karena eh karena tiket pesawat dari Jogja ke Beliting itu kalo lagi murah cuman 600 ribuan gitu. Untuk dapet harga tiket pesawat yang murmer lu harus sering-sering buka situs tiket online seperti traveloka, tiket.com, atau lu bisa cek di indomaret dll. Dan tambahan ni guys kalo mau harga tiketnya murah lu harus beli tiketnya jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan liburan lo. Paling ngga satu bulan sebelum lo sudah harus beli tiket cui.. supaya harganya sedikit lebih terjangkau.

Kalo dengan menggunakan moda transportasi udara alias pesawat dari jogja lhu bisa aja langsung ke Belitung dengan transit di jakarta dengan beberapa maskapai penerbangan lokal seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Nam Air dan Citilink. Untuk milih maskapai mana yang pengen lu naikin disesuaikan aja sama tanggal liburan dan isi kantong lu brai..

Oke udah ya gua rasa udah paham la gimana caranya buat nyampe ke Belitong.

Selanjutnya..
kita udah tiba nih di Belitong, sesampainya di bandara lu jangan lupa ambil bagasi dan pastinya juga jangan lupa turun dari pesawat. Bandara di Belitong masih sangat kecil jadi ketika lu mau ambil bagasi lu harus siap berdempet-dempetan dengan penumpang lainnya dan trolly pun masih sedikit dan sangat terbatas guys.

Karena disini gua bakalan membimbing skripsi lu, eh salah maksudnya membimbing lu liburan di pulau Belitong bagian timur dan temanya backpakeran maka setelah kalian ambil bagasi dan keluar dari Bandara di pintu depan itu udah ada beberapa orang sopir travel yang siap nawarin lu dengan berbagai tujuan seperti ke kota (Tanjung Pandan) tapi kan tujuan kita mau ke timurnya pulau Belitong nih.. jadi kamu harus mencari supir yang teriak dengan menyebutkan nama kota berikut :
1. Gantong
2. Manggar
3. Kampit
gua contohin ni bapaknya teriak begini " Gantong, Gantong yuk yang gantong gantong "
Jadi untuk menginap kita akan menginap di Gantong yaitu sebuah kecamatan kecil yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Belitung Timur. Yang merupakan kampung halaman dari penulis buku Laskar Pelangi yaitu Andrea Hirata.

Pada September 2016 Bandara Hananjoedin Tanjung Pandan Belitung digadang-gadang akan segera menjadi bandar udara internasional dengan melayani rute penerbangan keluar negeri.

Hal tersebut disambut gembira oleh semua pihak termasuk masyarakat yang begitu antusias mendengar kabar tersebut bagaimana tidak, mereka begitu bangga kampung halamannya kini sudah akan semakin dikenal oleh dunia. Melalui rute penerbangan keluar negeri kini Belitung tak hanya terkoneksi dengan wilayah yang ada di Indonesia seperti  Jakarta, Bangka, Palembang dan Batam.

Namun kini Belitung akan terhubung dengan beberapa kota di negara tetangga. Bisa dipastikan hal tersebut juga akan mempengaruhi geliat pariwisata yang beberapa tahun belakangan mulai berkembang serta menjadi fokus utama pemerintah baik pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Pariwisata yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini jelas terlihat, memberikan dampak positif di bidang perekonomian bagi masyarakat pulau Belitung. Walaupun, untuk saat ini belum begitu dirasakan secara penuh oleh masyarakat pulau Belitung. Namun bagi masyarakat yang tinggal tak jauh dari objek wisata geliat pariwisata dan pundi-pundi rupiah yang mengalir mulai dirasakan dan sangat membantu meningkatkan perekonomian.

Bahkan kini bandara sudah akan menjadi bandar udara internasional hal tersebut jelas akan berdampak kepada peningkatan di bidang ekonomi untuk melaju lebih baik lagi.  Pemerintah yang selama ini sudah bersusah payah memperjuangkan status bandara Hananjoeddin untuk  menjadikan bandara tersebut sebagai Bandar Udara Internasional juga berharap hal tersebut dapat memberikan dampak berupa semakin meningkatkan  investasi di bidang pariwisata seperti perhotelan, restauran, tempat hiburan, serta sarana prasarana yang akan menunjang kemajuan pariwisata di pulau Belitung secara menyeluruh.

Namun beberapa waktu yang lalu sempat terdengar kabar kurang sedap berkaitan dengan status Internasional Bandar Udara Hananjoeddin. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan masih terlihat pikir-pikir dan melakukan peninjauan kembali tentang rencana menaikan status atau level bandara Hananjoeddin menjadi bandar udara internasiol.

Karena memang terlihat masih ada banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah dan pengelola bandara guna melengkapi prasyarat supaya bandara Hananjoeddin bisa berstatus internasional. Sarana dan prasarana yang saat ini tersedia di Bandara Hananjoeddin dinilai masih belum memadai dan memenuhi syarat ataupun prasyarat untuk naik ke level internasional.

Mulai dari ruang tunggu keberangkatan dan ruang kedatangan yang masih sangat sempit, keterbatasan toilet/kamar kecil, belum adanya terminal kedatangan dan keberangkatan untuk penerbangan internasional, serta bagian keimigrasian, gedung karantina dan masih banyak lagi.

Selain beberapa hal diatas runway bandar udara hananjoeddin masih sangat pendek dan bergelombang.

Pagi itu sukri bangun pagi-pagi sekali, ia terlihat sangat bersemangat meskipun wajahnya sangat tak enak dipandang. karena rambutnya belum disisir kelimis dan diolesi minyak rambut ajaib sejenis pomed yang dapat membuat segala jenis rambut dan bulu menjadi keras.
Namun hari itu entah sukri lupa atau sengaja tak mengenakan minyak rambut ajaib kebanggannya itu, karena ia begitu tahu bahwa hari ini akan menjadi lebih keras dari rambutnya yang diolesi pomed ajaib itu.
Hari yang keras...... ! sukri berteriak, membuat seisi kos-kosan menjadi gaduh suaranya terdengar melolong di selasar kosan hingga sampai keluar mengusik bahkan mengagetkan beberapa orang yang sedang sarapan di burjo dekat tempat tinggal sukri.

Alangkah lebih terkejutnya sukri melebihi terkejut orang-orang yang mendengar teriakannya barusan, "mata kuliahnya udah di ambil adik kelas, bajigur" sukri membanting gelas plastik satu-satunya yang ia miliki, sama seperti kekesalanya itu. "Tinggal satu mata kuliah lagi, kampret........ !" sukri memaki, matanya masih terus tertuju pada layar komputer yang ada di depannya, tiba-tiba saja layar itu berubah menjadi hitam kelam lebih hitam dari rambut sukri yang setiap pagi bermandikan vitamin rambut.

"Matiii Lampuuu... PLN... juga Sialan !" lagi suksri memaki, kali ini giliran pintu kamar kosnya yang rapuh itu di banting. Daaaar....... !!! bahkan ia sendiripun kaget mendengar suara pintu itu, sembari menatap baut-baut yang berserakan dan ensel yang sedikit lagi akan terlepas bersamaan dengan posisi pintu yang terlihat lelah dan miring kekanan.

Sukri masih diam tak berbuat apa-apa, bahkan ia tak menghiraukan kegaduhan yang ada di grup  Whatsapp angkatannya. Kipas angin yang berada di belakangnya kembali berputar, lampu kamarnya redup karena mungkin sudah bosan melihat keluh kesah sukri pagi ini atau mungkin bola lampu itu tidak pernah diganti sejak tempat itu berdiri sehingga ia sudah lelah melihat orang-orang yang pernah berkeluh kesah di kamar itu setiap 6 bulan sekali salah satunya adalah sukri.

Hanya mati lampu sebentar saja ternyata, terdengar suara ibu kos sukri dibalik pintu yang miring kekanan karena dorongan keras sukri tak mampu dihalaunya sebagai pintu yang sudah usang. Namun yang dirasakan sukri seperti sepuluh tahun harus menanti semuanya kembali seperti sedia kala persis ketika ia menanti waktu yang tepat untuk berdamai dengan mantanya yang selingkuh ketika ia masih duduk di bangku SMP dulu.

Beranjak dari lamunannya sukri bergegas membuka SIA (Sistem Informasi Akademik) tiba-tiba kedua bola matanya melotot melihat ada satu kelas yang masih menyisakan satu orang untuk bergabung, tanpa berpikir panjang tangan sukri langsung refleks menggenggam mos dengan kuat, dan menghantamkan jari telunjuk kanannya pada tombol bagian kiri dari mouse komputernya yang kecil berwarna biru tua.

Dengan tepat ia mengarahakan kursor di layar pada tulisan [ Ambil 39/40 ] lagi sukri harus menunggu, matanya tak ingin lepas dari layar komputer, tangan kananya masih memeluk erat mouse biru tua hadiah ulang tahun dari kekasihnya setahun yang lalu ketika mereka masih bersama melalui masa-masa sulit KRSan, tertawa terbahak-bahak karena bisa KRS dengan lancar mengambil mata kuliah semester 6, sedangkan dikamar sebelah ada kakak tingkatnya yang kebingungan karena jatahnya telah di serobot sukri dan kekasihnya yang kini juga telah diserobot oleh mahasiswa saintek asal cilacap yang diketahui sebagai tetangganya sendiri.

Masih dalam lamunannya sukri mencoba menyelinap ke masa lalunya, sembari mengingat-ingat bahwa dulu ia pernah dengan bahagia bisa mengambil mata kuliah semester 6 tanpa menghiraukan kakak tingkatnya yang kebingungan dan pusing tiada kepalang karena kalau tak bisa mengambil mata kuliah psikologi konseling maka itu artinya di semester 8 sang kakak tingkat masih harus bercengkrama dengan bangku perkuliahan yang hitam dan dingin, kelas yang panas, dosen yang terlambat, dan berdampingan dengan adik tingkat.

Begitu dalam sukri tenggelam dalam lamunan bahwa ia juga akan mengalami hal yang sama seperti yang di alami kakak tingkatnya, sukri terlihat begitu menyesal matanya berkaca-kaca membayangkan dirinya harus datang ke kelas di semester 8 hanya untuk mengikuti 2 SKS perkuliahan, ada yang lebih menyakitkan dari itu semua bahwa keinginan sukri untuk menikahi siti aisyah di awal tahun 2018 bisa pupus kalau ia masih harus kuliah di semester 8.

Matanya yang berkaca-kaca itu tidak menyadari tulisan dengan latar belakang hijau, yang bertuliskan MATA KULIAH PSIKOLOGI KONSELING KELAS C BERHASIL DITAMBAHKAN.
Retina matanya tak cukup peka membaca tulisan itu, kelopak matanya terlihat mulai melebar sembari tangan kirinya meraba-raba mencoba menggapai kaca mata bergagang coklat dan meletakkannya dengan terburu di atas hidungnya, berkali-kali ia mencoba memperbaiki posisi kaca matanya dan bola matanya sesekali terlihat terpejam.

Kali ini retina matanya mencoba bekerja maksimal menatap dengan penuh hasrat ke arah layar komputer, yang direspon sangat baik oleh mulutnya yang tiba-tiba mengeluarkan suara dengan decibel cukup tinggi dan sedikit fals. Ooooooouuuooouuuuuuuuohhhhhhhhoooouhhhuuuuuhhhh............. persis seperti suporter sepak bola yang sedang berdiri tanpa baju di tribun timur membawa botol bertuliskan aqua dan berbau menyengat seperti spirtus namun dengan bahagia berteriak untuk klub kesayangannya yang sedang bertanding di lapangan hijau.

Sukripun berteriak sejadi-jadinya bahkan ia melompat-lompat, tubuhnya yang kurus terlihat bagaikan kepingan triplek yang membatasi kamarnya dengan kamar kakak tingkat yang pernah ia rebut haknya. Cacing-cacing di perut sukri terombang ambing terkulai lemas setelah 2 jam mendengar makian dan gumaman yang di lontarkan sukri, ditambah lagi loncatan-loncatan seperti kangguru yang dilakukan sukri saat ini membuat cacing diperutnya kewalahan dan juga merasakan lelah karena semalam hanya diberikan sukri satu porsi indomie soto dengan telur setengah mateng. apapun masalahny, sesulit apapun hidupmu makannya tetap INDOMIE.

Persis seminggu yang lalu, sore itu kita sedang berjalan bergandengan tangan menikmati keindahan hutan pinus dan udara yang sejuk sembari mengingat memori demi memori di masa lalu yang pernah kita lewati. Sesekali kita berhenti melangkah dan mengabadikan beberapa gambar, berfoto bersama dengan gaya-gaya yang lucu dan aneh.

Namun ketika aku baru akan mereka ulang kapan terakhir kali kita berjalan berdua seperti ini, tiba-tiba saja kabut telah mengelilingi kita di sertai dengan tetesan-tetesan air hujan yang sepertinya mengingingkan kita untuk cepat beranjak dari tempat ini.

Semakin erat genggaman tangan yang sejak awal kedatangan kita ketempat ini telah melinggkar hangat, sembari berlari-lari kecil menuju pendopo terdekat untuk berteduh dan benar sekali air yang jatuh menghempas bumi itu membuat kita harus berteduh dan mereka ulang yang telah terjadi di masa lalu bersamaan dengan ribuan tetesan air yang membasahi tanah membuatnya menjadi sedikit berlumpur.

Namun selang beberapa saat sepertinya ribuan air itu mulai mereda sudah lelah untuk turun dan menodai tanah, genggaman tangan yang melingkar hangat seperti tak ingin terlepas masih saja melekat disertai dengan rebahan kepala yang terlihat begitu lelah di pundakku.

Aku tak berucap sepatah katapun mencoba menikmati suasana dan mengingat-ingat kapan hal seperti ini terjadi mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu, waktu yang cukup lama bagiku untuk menahan rindu dan menantikan momen itu terulang kembali.

Aku merasakan seperti tak ada yang berubah genggaman tangan itu, keikhlasan tubuh itu untuk bersandar dan senyum yang terpancar dari wajah kedua insan tersebut seperti kumbang yang menemukan bunga untuk di isap sarinya.  Hujan dan angin dingin dan kabut yang menyelimuti telah menghantarkan dua insa ini kembali menuju memori-memori indah yang pernah mereka lewati bersama.