Halo warga Indonesia
Beberapa hari sedang tranding sebuah tagar atau hastag yaitu #saynotoprank. Tagar tersebut pertama kali dikumandangkan oleh Raden Rauf seorang influencer di twitter melalui akun instagramnnya @radenrauf. Dalam video singkat tersebut terlihat Raden sedang bersama seorang driver ojek online, ia pun menanyakan pendapat driver ojol tersebut tentang bagaimana prank-prank yang dilakukan oleh youtuber-youtuber terkenal kepada supir ojek online.
Mamang ojek tersebut memberikan tanggapan bahwasanya apa yang dilakukan youtuber tersebut sangat merugikan driver ojek online karena tak jarang mereka sendiri harus berpatungan terlebih dahulu sesama driver untuk dapat memenuhi orderan pelanggan. Driver ojol tersebut juga memberikan tanggapan bahwa apa yang dilakukan youtuber tidaklah manusiawi pernyataan driver ojol tersebut kemudian di ulang kembali oleh Raden untuk mengingatkan para youtuber untuk tidak melakukan prank karena dinilai tidak manusiawi. Pada akhir video terlihat beberapa driver ojol dan Raden Rauf AM kompak mendengungkan kalimat SayNoToPrank.
Sebelum tagar tersebut viral sebetulnya baik saya pribadi dan kawan-kawan di Jogja sempat mendiskusikan terkait prank yang dilakukan oleh konten kreator. Kami semua sepakat bahwasanya sekalipun driver ojek tersebut diberikan uang yang lebih banyak dari jumlah orderan akan tetapi apakah harus membuat orang tertindas dan tersaikiti terlebih dahulu baru kita akan bersedekah.
Dalam pandangan gue ini semua tidak sepenuhnya salah dari Youtuber, Konten Kreator ataupun Tim Kreatif. Karena video tentang prank memang lebih diminati netizen, tidak sedikit video prank menjadi tranding di Indonesia. Hal tersebutlah yang membuat youtuber, konten kreator dan tim kreatifnya menjadi bersemangat untuk membuat video prank.
Walaupun menurut beberapa orang mereka tetap tidak setuju dengan prank apalagi kalo niat kita ngprank itu untuk bersedekah memberikan bantuan kepada orang yang kita prank. Meskipun tanpa kita ketahui dan sadari mungkin itu adalah cara Allah tuhan yang maha esa memberikan rizki, rejeki, ataupun bantuan terhadap umatnya yang sedang kesusahan, Karena ada salah satu video yang menyebutkan bahwasanya orang yang diprank tersebut baru saja kehilangan bayinya yang meninggal dunia.
Terlepas dari semua perdebatan yang ada menurut gue marilah kita lebih kretaif lagi dan lebih bijak lagi dalam membuat sebuah konten di dunia maya tanpa harus merendahkan, menyakiti, mempermalukan, menyiksa, menghina, membully dan membohongi orang lain.
Silahkan kalian berkomentar ya guys karena komentar itu gratis, tapi komentarlah yang sejuk kalo ra gelem lambemu tak tapok.
