Psikologi Kepribadian Manusia


Psikologi
Kepribadian Manusia
 By : Anugrah Agung Setiawan

        Indonesia atau yang biasa kita sebut dengan Nusantara ini memiliki banyak suku bangsa sangat beragam dari Sabang sampai Marauke, hal ini merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh sang pencipta kepada bangsa Indonesia, kita selaku individu juga termasuk kedalam keberagaman suku bangsa tersebut berdasarkan daerah atau wilayah tempat tinggal masing-masing, kita sebagai individu biasanya lebih dikenal dengan sebutan Manusia, manusia merupakan makhluk yang memiliki akal dan pikiran serta mampu berinteraksi dengan manusia yang lainnya.
            Manusia bagian dari suku bangsa itu berarti manusia juga beragam dan berbeda baik dari segi fisik, non fisik, sifat serta kepribadian. Artinya, tidak semua individu/manusia memiliki kesamaan terutama dalam hal Kepribadian yang mencakup segala sesuatu yang ada pada seorang individu/manusia itulah yang dimaksudkan dengan kepribadian dengan pengertian secara umum.
            Istilah kepribadian secara Etimologis ( Bahasa ) adalah personality istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu pesona, yang berarti topeng dan personare, yang artinya menembus. Pengertian kepribadian juga banyak di definisikan oleh oleh para ahli berdasarkan paradigma yang mereka yakini dan focus analisisi dari terori yang mereka kembangkan. 1[hal-116]
            Seperti yang didefiniskan oleh Krech dan Crutchfield (1969) dalam bukunya Elements of Psychologi merumuskan kepribadian sebagai berikut, (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan unik yang menentukan dan dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus). 2[hal-117b]
                        Berbeda dengan pengertian di atas Adolf Heuken S.J menyatakan sebagai berikut, ( kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmani, mental, rohani, emosional maupun social). Kedua ahli tersebut memberikan dua definisi yang berbeda sesuai dengan paradigma yang mereka yakini.
            Dari dua definisi yang dicetuskan oleh Ahli-ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Kepribadian mencakup dua aspek yaitu aspek psikis dan aspek fisik. Aspek psikis berupa intelegensi, sifat, sikap, cita-cita, serta aspek fisik berupa bentuk tubuh dan kesehatan jasmani. Manifestasi kepribadian dapat dilihat dari tiga kenyataan berikut:
1.      Kenyataan yang bersifat biologis (umwelt);
2.      Kenyataan psikologis (eigenwelt);
3.      Kenyataan social (mitwelt).
Ketiga kenyataan tersebut menggejala menjadi satu kesatuan (whole) yang disebut kepribadian. Kepribadian individu bersifat dinamis atau mengalami perubahan secara terus menerus berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai individu hingga terbentuknya pola tingkah laku yang khas atau unik. 3[hal-101]
Kepribadian juga tidak semata-mata muncul dan lahir begitu saja tentu kelahiran kepribadian manusia mengalami berbagai proses pembentukan dalam lingkungan dan kemudian melahirkan kepribadian. Ketika proses pembentukan kepribadian itu berlang-sung ada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian.  Perkembangan  kepribadian individu menurut Freud, dipengaruhi oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan. Menurut Freud, kematangan adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia. Ketegangan dapat timbul karena adanya frustrasi, konflik, dan ancaman. Upaya mengatasi ketegangan ini dilakukan individu dengan : identifikasi, sublimasi, dan mekanisme pertahanan ego. 4[hal-19]
            Dengan adanya penjelasan tentang faktor-faktor yang memepengaruhi perkem-bangan kepribadian memberikan kita pemahaman bahwa kepribadian bisa terwujud atau terbentuk karena adanya faktor pembentuk perkembangan kepribadian. Dalam setiap ilmu atau pengetahuan ilmiah tentu memiliki teori sebagai suatu unsur yang penting, tanpa teori kepribadian usaha untuk memahami apa itu kepribadian akan terasa sulit. Menurut Hall dan Lindzey teori kepribadian adalah sekumpulan anggapan atau konsep-konsep yang satu sama lain saling berkaitan mengenai tingkah laku. 5[hal-18]
                        Setiap teori kepribadian diharapkan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana kepribadian manusia. Teori kepribadian juga memiliki fungsi atau peranan yang sangat penting dalam mempelajari kepribadian manusia, diantaranya adalah fungsi deskriptif yang menjelaskan atau menggambarkan kepribadian manusia secara rinci dan sistematis. Kemudian fungsi prediktif yaitu selain menjelaskan fungsi prediktif juga berfungsi untuk memperkirakan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia dikemudian hari. 6[hal-18]
            Sebagai seorang individu atau makhluk di muka bumi ini kita selaku manusia selalu berhubungan atau berinteraksi dengan individu yang lainnya hal ini merupakan penanda bahwa kita adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri, tentu selalu berinteraksi dan berkomunikasi. Tak hanya sebatas itu kita selaku makhluk social juga memiliki ilmu atau akal serta kepercayaan atau agama, dalam hal beragama di Indonesia setiap warga Negara diberikan kebebasan beragama ataupun memeluk agama yang diyakini oleh setiap warga Negara tersebut. Individu yang memeluk suatu agama, juga tentu memiliki kepribadian maka muncul pertanyaan bagaimana kepribadian dalam agama, dalam hal ini bagaimana kepribadian dalam islam.
            Islam sebagai salah satu agama yang paling banyak dianut di Indonesia memandang kepribadian merupakan tingkah laku pola berinteraksi setiap individu baik bertutur kata maupun tindakan yang sejalan berdasarkan syariat islam. Artinya kepribadian dalam islam merupakan segala sesuatu yang menyangkut kepribadian individu yang sesuai dengan ajaran, aturan, atau norma-norma yang berlaku dalam islam. Sehingga setiap individu atau makhluk yang memeluk atau beragama islam harus memiliki kepribadian yang sesuai dengan landasan keislaman, dalam islam kepribadian lebih dikenal dengan sebutan ihsan yaitu segala sesuatu yang menyangkut kepribadian seorang individu berkaitan dengan islam, iman dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Yogyakarta, 17 November 2014




  Anugrah Agung Setiawan       .           

0 komentar:

Posting Komentar