Oleh : Angga Putu Soemardi

HTI telah dilarang oleh pemerintah, di Belitung Timur HTI di tolak oleh masyarakat namun HTI yang ditolak bukanlah Hizbut Tahrir Indonesia HTI melainkan, Hutan Tanaman Industri (HTI).

Jadi pada tulisan ini saya akan membahas tentang penolakan masyarakat terhadap HTI (Hutan Tanaman Industri) ya, bukan HTI yang dilarang pemerintah.

Berbeda dengan HTI, HTI yang ditolak masyarakat Belitung Timur justru mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat khususnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau dulunya Kementerian Kehutanan.

Pada tahun 2012 Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan memberikan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Tanaman (IUPHHK-HTI) melalui surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK780/Menhut/-II/2012 tanggal 26 Desember 2012. Luas izin yang diberikan kurang lebih seluas 10.045 Ha Persegi berada di sembilan Desa dan empat Kecamatan.

Perusahaan pemegang IUPHHK-HTI tersebut ialah PT. Indo Sukses Lestari Makmur. PT. ISLM sendiri merupakaan anak perusahaan dari Minamas Plantation Jakarta yang merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia asal Malaysia yang tergabung dalam Sime Darby Group.

Namun pada tahun 2014 HTI di Belitung Timur mendapatkan penolakan keras oleh masyarakat. Penolakan itu terjadi pada masa kepemimpinan adik kandung Ahok alias BTP yaitu Basuki Tjahaja Purnama sebagai Bupati Belitung Timur kala itu. Demonstrasi besar-besaran sempat dilakukan oleh masyarakat yang Desa-nya masuk dalam wilayah konsesi HTI.

Akan tetapi setelah bergantinya kepemimpinan HTI tetap berlanjut PT. ISLM selaku pemegang konsesipun telah melakukan pembibitan. Menurut keterangan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan kepada salah satu media. Dari sembilan perusahaan yang mengajukan konsesi HTI hanya satu perusahaan yang benar-benar di setujui oleh masyarakat yaitu di Belitung Timur (PT. ISLM).

Kemudian pada tahun 2017 berdasarkan laporan dari masyarakat di duga PT. ISLM membuat ulah dengan membuka areal di luar konsesi dan merambah Hutan. Selain itu PT. ISLM diindikasikan telah membuat jalan koridor di sepanjang sepadan sungai balok, sungai kering dan sungai aik rayak. Berdasarkan laporan tersebut Kementerian LHK melalui Dirjen Penegakan Hukum dan Direktur Pengawasan dan Sanksi Administrasi melakukan pemasangan plang penghentian sementara kegiatan ataupun aktivitas yang dilakukan oleh PT ISLM terkait dugaan pelanggaran perizinan.

Namun sekalipun mendapatkan sanksi karena terbukti melakukan pelanggaran. Apakah, PT ISLM dan dua perusahaan pemegang konsesi HTI lainya yaitu PT. Andalan Karya Pratiwi (AKP) dan PT. Greenland Diorama akan hengkang dari Belitung Timur ? Jawabannya aku rasa tidak.

Lantas untuk siapa Hutan Tanaman Industri di Belitung Timur. Sedangkan, masyarakat masih terjebak dalam rutinitas sebagai penambang timah. Sebab, keberadaan Hutan Tanaman Industri tidak menyerap lapangan pekerjaan yang cukup. Sehingga, dampaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Alih-alih mendapatkan keuntungan masyarakat justru dirugikan dengan aktifitas HTI yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir pada tahun 2017 silam.

Teriakan lantang masyarakat, aktivis lingkungan dan aliansi LSM kala demonstrasi (15/01/2014) yang menolak Hutan Tanaman Industri ternyata tak terdengar gaungnya hingga ke telinga para pejabat di pusat. Bahkan mungkin, hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) yang di bentuk oleh DPRD Kabupaten Belitung Timur menjadi sia-sia.

Masyarakat Belitung Timur hidup diatas tanah airnya sendiri (Indonesia). Akan tetapi tanah yang harusnya diperuntukkan berkebun lada harus diserahkan ke Malaysia dalam bentuk konsesi dan airnya mereka rasakan dalam bentuk banjir.

Oleh : Anugrah Agung Setiawan, S.Sos.I
(Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Belitung Timur merupakan salah satu dari 270 kabupaten/kota dan provinsi yang akan ikut dalam pemilu serentak 2020. Pemilihan kepala daerah harusnya menjadi momentum yang paling sakral bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada Pilkada 2020 masyarakat Belitung Timur diberikan kesempatan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum untuk melakukan pemilihan kepala daerah (bupati) secara langsung untuk masa kerja satu periode lima tahun yaitu 2020-2025.

Kesempatan ini harus digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Masa kampanye adalah waktu yang diberikan kepada masyarakat untuk menelaah seberapa besar kompetensi sang calon untuk menjadi pimpinan eksekutif di Belitung Timur.


Masyarakat harus menentukan kriteria-kriteria calon pemimpin yang akan mereka pilih pada Pilkada 2020. Namun selaku umat muslim hendaklah kita mencari pemimpin yang dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi kita semua (masyarakat).

Nabi Muhammad SAW pada usia yang sangat muda telah diberikan gelar kehormatan oleh kaumnya dengan gelar "Al-Amin" Yaitu orang yang sangat dipercaya. Demikianlah kita selaku umat Islam dalam memilih pemimpin hendaknya yang dapat dipercaya dan amanah.

Karena setiap individu yang memiliki gelar akademik belum tentu amanah dan memiliki sifat al-Amin. Oleh karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin pada Pilkada 2020 mendatang.

Sebuah Analisis Singkat
Oleh : Anugrah Agung Setiawan, Sos.I
A. Pendahuluan
Belitung Timur adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di Belitung Timur terdapat sebuah kampung atau dalam bahasa Melayu Belitung disebut Kampong. Sebuah kampong bernama Penyok itu kini lebih dikenal sebagai Desa Batu Penyu.

Di Kampong Penyok terdapat lebih dari 30 kepala keluarga yang masih memiliki ikan keluarga antar satu dan lainnya. Memiliki kepercayaan untuk tidak mengkonsumsi ikan air tawar jenis Patin. Kepercayaan tersebut berasal dari cerita atau kisah turun temurun yang selalu di ceritakan kepada setiap anggota keluarga.

Dalam ceritanya dikisahkan bahwa nenek moyang keluarga tersebut adalah seekor ikan Patin dan sehingga dilarang mengkonsumsi ikan patin hingga tujuh turunan. Menurut salah seorang narasumber yaitu Anugrah Agung Setiawan atau lebih dikenal sebagai Angga Putu Soemardi dirinya menjelaskan bahwa ia, kedua adiknya, dan saudara sepupunya dari sebelah ibu merupakan turunan ke empat.

"Kalo saya, adik saya, dan sepupu dari sebelah ibu itu baru turunan ke-empat" Jelas Angga. Sehingga menurutnya masih ada sisa tiga turunan lagi dan itu artinya anak dari cucunya kelak masih dilarang untuk mengkonsumsi ikan air tawar jenis Patin.

Mereka mempercayai cerita turun temurun tersebut dikarenakan beberapa anggota keluarga yang pernah tidak sengaja mengkonsumsi ikan Patin mengalami gangguan penyakit berupa gatal-gatal pada kulit. Meskipun telah diobati secara medis anggota keluarga yang mengalami gatal-gatal tetap tidak sembuh.

Biasanya anggota keluarga baru akan sembuh apabila telah mengakui kesalahannya karena telah dengan sengaja atau tidak sengaja mengkonsumsi ikan Patin yang menurut kepercayaan keluarga secara turun-temurun dianggap sebagai nenek moyang mereka.

Tidak hanya sampai di situ setelah mengakui kesalahannya, anggota keluarga tersebut dibantu anggota keluarga lainnya atau orang-orang khusus diluar keluarga melakukan pengobatan dengan cara-cara khusus atau disebut dalam bahasa Melayu Belitung (nyempulik atau nyempulik-en).

Setelah proses nyempulik atau nyempulik-en selesai dilakukan anggota keluarga yang mengalami sakit akan sembuh dengan sendirinya.

B. Teori
Secara teoritis suatu kepercayaan yang hidup pada sebuah komunitas atau organisasi atau yang mempercayai adanya daya atau sifat ilahi yang dikandung sebuah benda atau makhluk hidup selain manusia disebut dengan Totemisme.

Kepercayaan totemisme biasanya diikuti dengan beberapa aturan terkait totem yang mereka percayai, misalnya, komunitas tidak boleh menyakiti, membunuh atau memakan binatang yang dianggap sebagai totem.

Totem dipuja, dihormati atau disakralkan karena berhubungan dengan klan tersebut. Dongeng tertentu biasanya mengaitkan totem tersebut karena berhubungan dengan eksistensi komunitasnya, biasanya diwarisi dari nenek moyang mereka.

Totemisme lazim hidup di Afrika, Amerika dan banga-bangsa di Kepulauan Pasifik. Banyak suku di Amerika kemudian membentuk simbol totem mereka pada patung maupun ukiran kayu.

Emile Durkheim seorang sosiolog asal Prancis mengemukakan bahwa totemisme tidak bersifat individual, selalu terkait dengan nilai komunitas.

C. Analisis
Terdapat tujuh butir analisis yang kami dapatkan berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara serta dikaitkan dengan teori totemisme sebagai berikut:

1. Terdapat sekelompok kepala keluarga yang antara satu dan lainnya masih memiliki hubungan darah di Kampong Penyok.

2. Kelompok keluarga tersebut memiliki kepercayaan yang hidup atau tumbuh (karena turun temurun diceritakan) akan tetapi mereka bukanlah komunitas ataupun organisasi sebagai mana yang dijelaskan teori melainkan kumpulan beberapa kepala keluarga.

 3. Terdapat suatu larangan untuk memburu, membunuh dan mengkonsumsi ikan air tawar jenis Patin. Sebagaimana yang dikemukakan oleh teori totemisme.

4. Terdapat dongeng atau cerita yang dikisahkan secara turun-temurun.

5. Bentuk penghormatan yang diberikan berupa menaati larangan mengkonsumsi ikan Patin, namun tidak sampai meletakkan simbol-simbol berupa patung ataupun lukisan ikan patin di lingkungan rumah.

6. Mereka mempercayai adanya daya (pada ikan patin) namun bukan sifat ilahi (pada ikan patin). Daya yang mereka percayai ialah berupa bukti nyata hukuman menderita penyakit kulit yang tidak dapat disembuhkan melalui pengobatan medis melainkan hanya dapat disembuhkan melalui pengobatan dengan cara-cara khusus yang dilakukan oleh anggota keluarga tertentu atau orang lain (khusus) di luar anggota keluarga yang disebut dengan istilah nyempulik atau nyempulik-en.

7. Totem ini muncul di kota Pontianak dan pulau Belitung (khusunya kampong Penyok) sebagai tempat terbanyak anggota keluarga bertempat tinggal. Sedangkan menurut teori, totemisme biasanya muncul di Afrika, Amerika, dan kepulauan Pasifik.

D. Kesimpulan
Totemisme ternyata tidak hanya terdapat di Afrika, Amerika dan Kepulauan Pasifik. Melainkan juga ada di Indonesia khususnya dalam Totem ikan patin yang terdapat di Pontianak dan Pulau Belitung (Kampong Penyok).

Berdasarkan analisis terdapat beberapa perbedaan antara teori totemisme dengan totem ikan patin yang ada di Kota Pontianak dan Pulau Belitung.

Adalah suatu kebenaran apa yang dikemukakan oleh Sosiolog asal Prancis Emile Durkheim bahwa totemisme tidak bersifat individual, dan selalu terkait dengan nilai komunitas. Meskipun dalam Totem ikan patin komunitas yang ada adalah kumpulan atau sekelompok kepala keluarga yang ada di Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

Demikianlah tulisan singkat ini, mohon maaf apabila terdapat kekeliruan dalam pengetikan. Semoga bermanfaat.

Besok (Hari ini) akan terjadi sebuah fenomena alam yaitu Gerhana matahari cicin.Fenomena Gerhana matahari terjadi dikarenakan cahaya matahari yang menuju ke bumi terhalang oleh bulan. Kalau terhalang oleh restu orang tua itu lagu koplo judulnya “Ra Jodo”. Pada waktu puncak gerhana, matahari akan terlihat seperti cicin (perkawinan).
Matahari akan terlihat menjadi gelap pada bagian tengah (seperti nasibmu) dan terang dibagian pinggirnya. Namun tahukah kamu tujuh hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat gerhana matahari cincin berlangsung.
#1 Adzan
Pada ajaran agama Islam saat terjadi gerhana umat muslim dianjurkan (disunnahkan) untuk melaksanakan sholat gerhana atau sholat kusuf. Akan tetapi buat kamu yang pengen sholat gerhana pada saat gerhana matahari cincin terjadi sebaiknya kamu tidak adzan di masjid-masjid terdekat. Karena kalau kamu tetap nekad melakukan hal itu, kamu akan segera di ciduk FPI Polisi karena diduga telah melakukan penistaan agama.
#2  Pake Sun Blok
Buat kamu yang besok ingin menyaksikan gerhana matahari di depan kosan atau dari Burjo. Tidak perlu repot-repot menggunakan pelindung kulit. Karena pada saat gerhana matahari cincin terjadi mataharinya ketutupan bulan jadi gak bakal terbakar kulitmu yang glowing itu sekalipun tidak menggunakan sun blok.
#3 Melihat gerhana tanpa baju
Sekalipun kulit kamu aman dari serangan sinar UV pada saat gerhana matahari cincin. Sebaiknya kamu tetap menggunakan pakaian saat melihat gerhana. Karena melihat gerhana matahari dengan matahari telanjang saja tidak dianjurkan apalagi dalam keadaman telanjang tanpa busana. Jadi tetap gunakan pakaian kebanggaan lho yaitu almamater kampus.
#4 Mandi
Jangan sekali-sekali anda mandi ketika sedang melihat gerhana matahari (kecuali kalau hujan). Jangan kamu berpikir mandi dibawah gerhana matahari cincin akan mempermudah kamu untuk mendapatkan jodoh. Karena itu adalah pikiran yang keliru dan sebaiknya tidak kamu lakukan kecuali saat gerhana turun hujan silahkan mandi dibawah guyuran hujan sepuasnya.
#5 Pake Kaca Mata Tanpa Kaca
Saat melihat gerhana matahari manusia dianjurkan melihat gerhana dengan menggunakan pelindung mata seperti kaca mata. Kaca mata yang dapat kamu gunakan adalah kaca mata berwarna hitam dan jangan gunakan kacamata yang tidak ada kacanya karena itu sama saja kamu melihat gerhana matahari dengan kacamata telanjang.
Demikian daftar 5 hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat Gerhana matahari cincin terjadi. Salam dari Angga Putu Soemardi.


Halo warga Indonesia
Beberapa hari sedang tranding sebuah tagar atau hastag yaitu #saynotoprank. Tagar tersebut pertama kali dikumandangkan oleh Raden Rauf seorang influencer di twitter melalui akun instagramnnya @radenrauf. Dalam video singkat tersebut terlihat Raden sedang bersama seorang driver ojek online, ia pun menanyakan pendapat driver ojol tersebut tentang bagaimana prank-prank yang dilakukan oleh youtuber-youtuber terkenal kepada supir ojek online.

Mamang ojek tersebut memberikan tanggapan bahwasanya apa yang dilakukan youtuber tersebut sangat merugikan driver ojek online karena tak jarang mereka sendiri harus berpatungan terlebih dahulu sesama driver untuk dapat memenuhi orderan pelanggan. Driver ojol tersebut juga memberikan tanggapan bahwa apa yang dilakukan youtuber tidaklah manusiawi pernyataan driver ojol tersebut kemudian di ulang kembali oleh Raden untuk mengingatkan para youtuber untuk tidak melakukan prank karena dinilai tidak manusiawi. Pada akhir video terlihat beberapa driver ojol dan Raden Rauf AM kompak mendengungkan kalimat SayNoToPrank.

Sebelum tagar tersebut viral sebetulnya baik saya pribadi dan kawan-kawan di Jogja sempat mendiskusikan terkait prank yang dilakukan oleh konten kreator. Kami semua sepakat bahwasanya sekalipun driver ojek tersebut diberikan uang yang lebih banyak dari jumlah orderan akan tetapi apakah harus membuat orang tertindas dan tersaikiti terlebih dahulu baru kita akan bersedekah.

Dalam pandangan gue ini semua tidak sepenuhnya salah dari Youtuber, Konten Kreator ataupun Tim Kreatif. Karena video tentang prank memang lebih diminati netizen, tidak sedikit video prank menjadi tranding di Indonesia. Hal tersebutlah yang membuat youtuber, konten kreator dan tim kreatifnya menjadi bersemangat untuk membuat video prank.

Walaupun menurut beberapa orang mereka tetap tidak setuju dengan prank apalagi kalo niat kita ngprank itu untuk bersedekah memberikan bantuan kepada orang yang kita prank. Meskipun tanpa kita ketahui dan sadari mungkin itu adalah cara Allah tuhan yang maha esa memberikan rizki, rejeki, ataupun bantuan terhadap umatnya yang sedang kesusahan, Karena ada salah satu video yang menyebutkan bahwasanya orang yang diprank tersebut baru saja kehilangan bayinya yang meninggal dunia.

Terlepas dari semua perdebatan yang ada menurut gue marilah kita lebih kretaif lagi dan lebih bijak lagi dalam membuat sebuah konten di dunia maya tanpa harus merendahkan, menyakiti, mempermalukan, menyiksa, menghina, membully dan membohongi orang lain.

Silahkan kalian berkomentar ya guys karena komentar itu gratis, tapi komentarlah yang sejuk kalo ra gelem lambemu tak tapok.

Hai guys, buat kamu yang sedang ingin bersiwata ke pulau Belitung. Coba deh explore pulau Belitung bagian timur. Karena sekarang lagi ada pantai yang lagi hits banget. Cocok buat menikmati sunrise. Pantai itu terletak 0 km dari pusat kota Manggar, Ibukota kabupaten Belitung Timur. kurang lebih hanya berjarak 700 meter dari Tugu Teko Kopi Manggar.

Berada di balik rumah penduduk pantai ini menawarkan pemandangan matahari terbit yang sangat indah. Golden sunrise bisa di dapatkan disini waktu yang paling pas untuk berkunjung ke destinasi ini ialah pukul 4 pagi hingga pukul 8 pagi atau sore jam 3 hingga mentari terjatuh di ufuk barat. Kenapa waktu yang direkomendasikan pagi hari karena kalo udah di atas jam 8 pagi di tempat ini di jamin kamu bakalan merasa seperti ikan asin yang di jemur di bawah mentari pagi.

So kalo mau kesini kamu harus bangun pagi sekalian sholat subuh berjamaah di masjid yang tidak terlalu jauh dari lokasi. Setelah itu bersiap untuk cekrek-cekrek berfoto  ria dengan kamrea bokek dengan di temani mentari pagi yang baru bangun di ufuk timur. Minum kopi sambil melihat matahari terbit juga kegiatan yang direkomendasikan buat kamu yang berwisata ke pantai menara pada pagi hari.

Pantai menara merupakan pantai baru peninggalan mahasiswa KKN Universitas Bangka Belitung. Berjarak 72 km dari Bandara HAS Hananjoedin di tanjung pandan jika lewat jalan lintas tengah dan 79 km jika melewati lintas utara yang melewati kecamatan kelapa kampit. Kalau kamu dari Bandara atau dari kota Tanjung Pandan pengen berkunjung ke pantai Menara namun terlebih dahulu ingin mampir di Replika SD Laskar Pelangi, Museum Kata Andrea Hirata, Dermaga Kirana, Kampung Ahok, Cagar Budaya Batu Penyu, Vihara Konjim dan Gunong Lumut yang berada di kecamatan Gantung kamu bisa ambil jalur lintas tengah.

Namun jika kamu memilih jalan lintas utara kamu juga dapat singgah di beberapa destinasi wisata yang ada di lintas utara seperti Klenteng Kelapa Kampit, Bekas Tambang Oven Pit, Pantai Burung Mandi, Klenteng Dewi Kwan In. Tapi karena waktu yang paling direkomendasikan untuk ke pantai cemara adalah pagi hari maka alangkah lebih baiknya kamu menginap di kecamatan Manggar atau di homestay murah meriah yang banyak bertebaran di kecamatan Gantung.

Mung itu aja untuk tips dan informasi kali ini sampai jumpa di trip selanjutnya...
Hujan malam ini mengingatkan ku pada suatu malam. Malam pertama bagi kita. Pertama kali jalan bersama. ya meskipun jalannya pake motor.
Semangat jiwa mudaku kala itu mengalahkan segala permasalahan yang ada. Tidak punya motor, bisa minjem. Semua demi jalan pertama kita, di malam Minggu pula.
Terakhir kita bertemu September kemarin di rumah keluarga bersahaja, di belakang rumah sakit Ungaran. Sekembali mu ke Jogja sejak Jum'at kemarin, aku sudah mulai gelisah menantikan pertemuan kita selanjutnya.
Hingga waktu itu tiba juga, Bumijo ke Maguwo serasa hanya 13 cm. Meskipun jarak sesungguhnya ialah 13 km. Motor vega R 2008 melaju kencang tak terhalang. Oper gigi seperti pembalap, menyalip dan meliuk-liuk di jalan Solo. Macet di depan Ambarukmo terlewati tanpa arti.
Menjejal ringroad, sebelum berbelok memasuki jalan raya Tajem. Kuhentikan motor ketika merah menyala di sebuah perempatan. Segera masukkan gigi ketika hijau bersinar. Ku dapati sebuah rumah yang disebut sebagai kontrakan.
Hatiku mendadak ramai seperti sedang ada jatilan. Bergemuruh bak stadion Maguwo yang dipadati oleh suporter PSS Sleman. Mawar merah yang ku sembunyikan di balik badan dengan tangan kiri terasa bergoyang-goyang.
Bismillah, ku ketuk pintu kayu itu. Assalamualaikum,.. terdengar suara wanita begitu merdu. Kemudian segera ia menghampiri pintu sambil menjawab salamku. Di bukanya pintu kayu itu dengan dua putaran kunci dan satu kali genggam pada gagang. kreekk.. pintu terbuka perlahan dan aku pun ingin pingsan.
Gadis yang aku temui di Ungaran dengan baju dinas itu kini menjelma menjadi seorang Putri kerajaan dengan gaun yang ia kenakan. Sayang sekali aku hanya menggunakan motor sedangkan baju yang ia kenakan seharusnya naik mobil. Menyadari hal itu, tanpa aku minta gadis itu mengganti gaunnya dengan celana Levi's, jaket Levi's dan jilbab Levi's eeeh.. jilbab pasmina warna merah maksudku.
Bau semerbak wewangian seorang gadis perawan menusuk-nusuk lubang hidungku. Ketika mawar merah itu baru mau aku berikan, dia pun bertanya kamu jualan bunga apa mau ngasih aku bunga. Begitu gorginya aku ini sampai lupa memberikan mawar merah yang aku beli dengan uang receh limaratusan itu.
Aku berikan mawar merah satu tangkai itu sebagai ungkapan cinta yang paling dalam. Disambutnya dengan senyum-senyuman yang memabukkan. Nampak dari raut wajahnya ia tak pernah atau jarang menerima bunga dari seorang pria yang diberi gelar sebagai kekasih atau gebetan.
Akhirnya kami meninggalkan rumah itu dengan dua kali putaran kunci, dan meluncur perlahan menikmati gelombang di sepanjang jalan raya tajem. Sesekali aku harus melakukan rem mendadak guna memastikan duduknya tetap dekat.
Malam itu kami susuri jalanan Jogja dan akhirnya berhenti sejenak menikmati malam di salah satu cafe yang cukup romantis. Hingga akhirnya diperjalanan pulang hujan menghampiri guna memastikan duduknya tetap dekat, peluknya selalu hangat.
Meskipun kebersamaan itu hanya berlangsung sesaat. Petaka yang memisahkan kami adalah panggilan kerjaan yang mengharuskan aku ke luar kota yaitu ke Surabaya. Saat di sebuah pulau terpencil yang sulit ku dapatkan sinyal di wilayah jawa timur. Saat itu pula ia mengutarakan bahwa tak benar-benar cinta dengan diri ini. Aku yang mengayuh perahu ketengah lautan demi mendapatkan sinyal terasa ingin segera menceburkan diri ke laut Bawean. Ketika mendapatkan kebenaran itu dari mulutnya sendiri.
Mengapa dirimu tidak jujur saja saat masih di Ungaran katakan saja kamu tak benar-benar mencintaiku. Jangan berlagak ingin menemaiku kala itu. Memastikan aku pulang dan mendapatkan tempat duduk terbaik di sumber waras yang sudah tua dan karatan itu. Selain itu masih kau lambaikan tangan dengan wajah sayu seakan sedih berpisah dengan ku.
Bahkan di tengah perjalanan kau menghubungi menanyakan sudah sampai mana. Serta mengingatkan untuk memberi kabar setelah tiba, yang aku balas dengsn ucapan terimakasih dan menyemangati mu yang akan dinas malam.
Kejadian memilukan itu terjadi dua tahun yang lalu, barulah hujan malam ini berhasil menguatkan ku untuk menuliskan kisah yang pernah kita lewat itu. Semoga kau tak membaca tulisan ini karena apabila terbaca mungkin berkaca-kaca bola matamu. Keputusan ku untuk tak lagi menjalin komunikasi dengan mu adalah yang paling baik dari yang terbaik. Selamat dunia dan akhirat, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.
Mengenang hujan yang tak kunjung reda malam ini..
Yogyakarta, 27 November 2018
23:59