Pulau Belitung mayoritas dihuni oleh masyarakat muslim atau beragama Islam. Di Belitung juga memiliki begitu banyak masjid, surau ataupun mushola di tiap-tiap desa yang ada di Belitung paling sedikit memiliki satu masjid dan satu mushola.

Namun banyaknya masjid yang ada di Belitung mayoritas hanya di makmurkan oleh orang yang sudah berusia lanjut (orang tua) sangat jarang di Belitung kita temui remaja usia sekolah SMP/SMA yang ikut berpatisipasi memakmurkan masjid yang biasanya tergabung dalam Remaja Masjid.

Remaja usia sekolah SMP/SMA/K di Belitung dewasa ini lebih banyak memakmurkan tempat tongkrongan berupa cafetaria atau warung kopi dan tempat tongkrongan lainnya ketimbang ikut memakmurkan masjid. Padahal selaku generasi muda seharusnya,  remaja usia sekolah lebih memperbanyak atau memperdalam pengetahuan tentang ilmu agama. Untuk membentengi diri dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama seperti mabuk-mabukan, berzina dan lainnya.

Seandainya saja remaja di pulau Belitung ikut berperan aktif dalam memakmurkan masjid melalui gerakan remaja masjid, dapat dipastikan hal tersebut akan menjadi salah satu solusi untuk mencegah, mengatasi dan mengurangi permasalahan-permasalahan yang sering ditimbulkan oleh perilaku remaja Belitung saat ini. Seperti penyalahgunaan obat-obatan, mengkonsumsi minuman keras, hingga perilaku seks bebas yang berimbas pada tingginya angka nikah muda dan putus sekolah di karenakan MBA (Merried By Accident).

Saat ini pemerintah sudah menggagas pembentukan karang taruna dan sangat terlihat jelas dampaknya, banyak bermunculan destinasi-destinasi wisata baru yang digagas dan  dikelola  oleh karang taruna dan dengan demikian keberadaan karang taruna ini sangat terlihat jelas memberikan dampak yang positif dan memberikan sentuhan baru pada pariwisata Belitung yang lebih terkenal dengan pantainya saja.

Jika dengan pembentukan karang taruna sudah terlihat memberikan dampak atau hasil yang  sangat positif, untuk memakmurkan desa. kini pemerintah juga harus mempertimbangkan dan segera membentuk Gerakan Remaja Masjid, guna menumbuhkan religiusitas remaja Belitung dan memakmurkan masjid-masjid yang ada di Belitung.

Demikianlah ungkapan perasaan ini saya curahkan atas dasar rasa prihatin dan keresahan melihat tingkah laku remaja usia sekolah di pulau Belitung yang jauh dari kata religius dan lebih cendrung berperilaku negatif hingga melahirkan permasalahan sosial kemasyarakatan dan mengganggu ketertiban masyarakat.

Kota Jogja dikenal sebagai kota pelajar, karena banyaknya perguruan tinggi dan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang menuntut ilmu di kota ini. Kota Jogja juga dikenal sebagai kota kecil yang tertib tidak terlalu banyak kendaraan bermotor lebih di dominasi oleh becak, andong dan sepeda.

Namun itu dulu, Jogja hari ini sudah tidak tertib lagi seperti dulu sangat jauh berbeda. Sekarang hampir di setiap sudut jalan kota jogja mengalami kemacetan. Banyak sekali pelanggaran yang terjadi mulai dari menerobos lampu merah, trotoar di gunakan sebagai jalur sepeda motor dan ruang tunggu sepeda yang juga digunakan tidak sebagai mana mestinya.

Pada tahun 2014 ruang tunggu sepeda di Jogja yang ada di setiap persimpangan yang ada lampu merah sangat besar dan digunakan oleh para pengendara sepeda. Namun dewasa ini ruang tunggu sepeda (RTS) tak lagi difungsikan sebagai mana mestinya, ruang tunggu sepeda yang awalnya berukuran selebar badan jalan kini di perkecil menjadi hanya 1/4 dari lebar jalan.


Selain itu ruang tunggu sepeda kini tidak fungsikan sebagaimana mestinya, kini kotak persegi berwarna hijau itu dijadikan tempat berhentinya kendaraan roda dua (motor). Ukuran yang di perkecil dan di salah fungsikan hingga menurunya pengguna sepeda menjadi beberapa permasalahan yang harus diperbaiki, ditata dan diatur kembali oleh pemerintah kota Jogja.

Jika memang di Jogja saat ini lebih banyak kendaraan sepeda motor, lebih baik ruang tunggu sepeda dihapuskan saja dan diganti menjadi Ruang Henti Khusus Sepeda Motor (RHK) seperti yang di terapkan oleh pemerintah Kota Bandung sebagai upaya mengurangi kemacetan di persimpangan lampu merah.

Asrama Putri Tanjong Kelayang yang terletak di jl cemara, kelurahan karangwaru, tegalrejo, Yogyakarta. Merupakan aset pemerintah kabupaten Belitung yang berada di D.I Yogyakarta.

Sejak diresmikan pada 28 Oktober 2009 sebagai anjungan daerah nusantara oleh walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto Asrama putri yang mengambil nama salah satu pantai yang ada di Belitung ini tidak pernah lagi mendapatkan perawatan ataupun renovasi dari Pemda Belitung.

Asrama yang baru saja memperingati dies natalisnya yang ke X ini, mengalami beberapa kerusakan seperti atap bocor, pagar yang tidak memiliki gerbang dan lain-lain. Mengingat ini adalah asrama putri yang seluruh penghuninya adalah perempuan sangat mengkhawatirkan memang apa bila melihat asrama yang memiliki pagar yang rendah dan tidak memiliki gerbang.

Hal tersebut akan sangat mempermudah orang yang ingin berbuat kejahatan dan mengancam keamanan dan keyamanan para penghuninya. Oleh karena itu kiranya pemerintah daerah Kabupaten Belitung untuk dapat  memberikan perhatian khusus terhadap asrama yang sebelumnya bernama asrama Dayang Sripinai ini. (28/3)

Malam begitu gelap larut telah tiba mendekap bersamaan dengan dinginnya hembusan angin malam. Namun mata aga belum juga terpejam, jari jemarinya masih menari-nari di atas keyboard komputernya. Sesekali tangan kirinya menggenggam gelas berisi air beraroma kopi dan menyeruputnya dengan penuh gairah. Telunjuk tangan kanannya mengklik mouse komputer bersamaan dengan tatapan mata yang tak beranjak dari monitor.

Media sosial kini sudah menjadi tren baru di kehidupan bermasyarakat, dimulai dari orang dewasa, remaja dan anak-anak kini semua yang menggunakan smartphone rata-rata memiliki akun media sosial.

Tak hanya satu akun media sosial namun segala macam media sosial dimulai dari facebook, twitter, bbm, whatsapp, instagram dan lainnya dimiliki oleh pengguna telpon pintar, khususnya anak muda atau remaja.

Namun dibalik banyaknya  penggunaan  media sosial dikalangam kaum muda tersebut muncul fenomena nama-nama acount atau username yang aneh-aneh.
Seperti @kumpetanah @urangume @guringmenggale dan masih banyak lagi.

Bahkan ada yang menggunakan username dengan kata-kata kotor seperti yang terlihat di gambar. Sayangnya hal semacam ini dianggap lumrah dikalangan remaja usia sekolah yang ada di Belitung, dan juga hal tersebut luput dari pengawasaan orang tua.

Harusnya orang tua dapat mencegah hal tersebut terjadi dengan memberikan bimbingan terhadap anak untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Tanpa harus menggunakan username dengan nama-nama yang aneh bahkan dengan kata-kata kotor. Namun sangat disayangkan di Belitung tidak semua orang tua melek teknologi, walupun kini sudah memasuki era digital.

Ketidaktahuan orang tua terhadap tata cara penggunaan telpon pintar dan tidak bisa  memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Menjadi pemicu bebasnya anak-anak usia sekolah dalam berekspresi di media sosial di mulai dari mengupload konten berupa foto atau video yang kurang pantas dikonsumsi publik hingga penggunaan username dengan nama yang lucu hingga dengan kata-kata kotor.

Disayangkan memang fenomena seperti ini harus terjadi di tanah melayu seperti Pulau Belitung yang mana budaya melayu dikenal memiliki budaya yang sopan dan beretika. Namun dengan munculnya fenomena tersebut membuat anggapan terhadap masyarakat melayu masyarakat yang berbudaya dan sopan menjadi luntur.

Perlu kiranya ada pihak yang mengawasi kegiatan remaja usia sekolah di media sosial, terutama orang tua dan pihak sekolah selaku orang yang paling dekat dengan anak yang terlibat dalam fenomena tersebut. Sekolah dan orang tua harusnya mampu menjadi pihak yang memberikan pencegahan/preventif supaya fenomena tersebut tidak terus berlanjut.

Karena sangat tidak enak dibaca seorang anak remaja usia sekolah menggunakan username di media sosialnya dengan nama-nama yang tidak sesuai dan tidak semestinya digunakan. Penggunaan username yang tidak sesuai tersebut juga merupakan hoax atau penipuan.

Beberapa hari yang lalu mahasiswa Belitung di Yogyakarta sempat di kejutkan oleh aksi selfie Oscar Habib atau biasa di sapa Bang yos dengan seorang wanita yang diduga sebagai pacar barunya.

Aksi selfie tersebut langsung menjadi viral di kalangan mahasiswa Belitung yang berada di Yoguakarta. Foto selfie tersebut di upload oleh Oscar habib melalui akun media sosial Facebook miliknya.

Nampak jelas terlihat begitu mesra wanita berparas cantik tersebut berselfie ria dengan mahasiswa S2 manajemen ini.  Banyak sekali komentar dari para nitizen atas postingan tersebut, banyak yang mengucapkan selamat, ada yang membully dan lebih banyak yang tidak percaya.

Awalnya foto tersebut di duga kuat sebagai editan digital namun setelah di telaah lebih lanjut, ternyata foto tersebut benar-benar asli. Saat ditanyakan tentang bagaimana kelanjutan BPJS (Barisan Para Jomblo Sukses) dengan tegas Oscar menjawab akan segera membubarkannya.

Karena oscar selaku ketua umum BPJS kini habib sudah memiliki kekasih, terbentur hal tersebut ia memutuskan untuk membubarkan BPJS. Namun keputusan tersebut membuat jabatan Ibun selaku Sekretaris umum BPJS dan Angga Barista selaku dewan penasehat BPJS terancam kehilang jabatanya.

Oscar juga menyampaikan kepada semua pihak untuk berlapang dada menerima segala yang terjadi.
(Sabtu, 25 Maret 2017).

Selasa siang sekitar pukul 14:00 WIB tiba-tiba listrik di wilayah kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mendadak padam. Hal tersebut berdampak kepada terganggunya kegiatan perkuliahan karena proyektor yang digunakan untuk presentasi baik oleh mahasiswa maupum dosen juga tak bisa menyala karena padamnya listrik tersebut.

Selain berdampak kepada terganggunya proses perkuliahan hal ini juga berdampak terhadap mahasiswa yang sedang berkunjung ke perpustakaan UIN. Dimana terlihat terjadi penumpukan di pintu masuk perustakaan, tempat pengembalian buku dan pengambilan kunci loker hal tersebut dikarekan sistem jaringan perpustakaan yang juga sempat terhenti akibat lampu yang sempat padam beberapa menit itu.

Mahasiswa terlihat berdesak-desakan sebelum akhirnya sistem jaringan perpustakaan kembali beroperasi seperti sedia kala. Hal semacam ini sangat disayangkan karena berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan terhadap pengunjung perpustakaan terutama mahasiswa yang ingin meminjam buku di perpustakaan.

Hingga berita ini diturunkan belum di ketahui apa penyebab dari padamnya listrik di lingkungan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diharapkan supaya  kejadian tersebut tidak terulang kembali serta apabila terjadi kendala semacam itu supaya ada langkah antisipasi yang cepat dan tepat dari pihak kampus maupun pengelola perpustakaan.

Selasa, 14 Maret 2017.

Makrab IKPB Cabang Yogyakarta Tahun 2017 berjalan dengan sukses dan lancar diikuti oleh kurang lebih 80 peserta dan 60 panitia serta dihadiri oleh pembina sekaligus penasehat IKPB Jogja yaitu Bapak Nazwar Cholidin.

Kegiatan yang berlangsung sejak sabtu sore itu hingga minggu siang tersebut diisi dengan berbagai macam kegiatan dimulai dari pengenalan dan pembekalan materi tentang IKPB, pentas seni, adu tekurok (cerdas cermat Belitong), out bond serta diskusi mengenai analisis sosial yang di berikan langsung oleh mantan ketua IKPB Jogja periode 2014-2016 Achmad Oky Surya selaku pembicara dalam kegiatan diskusi tersebut.

Kegiatan yang berlangsung cukup padat dan berimbas kepada panitia yang merasa kelelahan karena padatnya kegiatan yang tersusun dalam rundown acara. Melihat kondisi tersebut Oscar Habib atau yang biasa di sapa Bang yos memiliki ide yang cukup unik untuk memberikan semangat kepada panitia agar tetap semangat dalam menjalankan proses kegiatan Makrab IKPB Jogja yang diselenggarakan di Karang Asri Outbond, Sleman, Yogyakarta.

Setelah rapat evaluasi dilakukan Oscar Habib memberikan suntikan semangat kepada panitia makrab dengan bercerita tentang kisah dan pengalaman tragisnya dalam urusan percintaan sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) hingga sudah mengenyam perkuliahan pascasarjana (S2) di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Yogyakarta.

Oscar Habib menuturkan beberapa kisah pahit yang pernah dialminya tersebut dan di tanggapi serius oleh peserta namun di setiap cerita atau kisah yang oscar sampaikan selalu memancing gelak tawa pendengarnya (panitia makrab) seperti dalam salah satu ceritanya bahwa ia pernah jatuh cinta dengan seorang gadis desa dan sudah mendapat restu dari kedua orang tua gadis tersebut namun sayang seribu kali sayang gadis tersebut malah acuh tak acuh kepada Oscar bahkan sanggat tidak suka dengannya.

Kisah selanjutnya tentang pengalamanya yang harus bolak-balik dari rumahnya ke kampung sebelah (aik lanci) hanya untuk belajar bermain gitar kepada sahabat karibnya yang seorang musisi terkenal demi menahlukkan  hati seorang gadis pujaannya di SMA yang merupakan siswi pindahan dari Lampung. Lagi dan lagi malang tak dapat di tolak ketika oscar sudah piawai bermain gitar dan mencoba memainkan sebuah lagu untuk pujaan hatinya tersebut senar gitar yang baru akan dipentik oleh Oscar mendadak putus sedangkan hari itu hari terakhir pujaan hatinya berada di sekolah karena ke esokan harinya gadis itu sudah harus kembali pindah ke Lampung karena ayahnya yang seorang polisi kembali di tugaskan disana.

Masih banyak kisah cinta yang disampaikan oleh Oscar kepada panitia makrab IKPB hampir setiap ceritanya memancing gelak tawa dan kini Oscar juga sedang membentuk sebuah komunitas bernama BPJS yang merupakan singkatakan dari "Badan Persatuan Jomblo Sukses" yang di ketuai Oleh dirinya sendiri dan saudara Ibun selaku sekretaris umum.