Fenomena menggunakan nama aneh-aneh di media sosial yang dilakukan remaja Belitung

Media sosial kini sudah menjadi tren baru di kehidupan bermasyarakat, dimulai dari orang dewasa, remaja dan anak-anak kini semua yang menggunakan smartphone rata-rata memiliki akun media sosial.

Tak hanya satu akun media sosial namun segala macam media sosial dimulai dari facebook, twitter, bbm, whatsapp, instagram dan lainnya dimiliki oleh pengguna telpon pintar, khususnya anak muda atau remaja.

Namun dibalik banyaknya  penggunaan  media sosial dikalangam kaum muda tersebut muncul fenomena nama-nama acount atau username yang aneh-aneh.
Seperti @kumpetanah @urangume @guringmenggale dan masih banyak lagi.

Bahkan ada yang menggunakan username dengan kata-kata kotor seperti yang terlihat di gambar. Sayangnya hal semacam ini dianggap lumrah dikalangan remaja usia sekolah yang ada di Belitung, dan juga hal tersebut luput dari pengawasaan orang tua.

Harusnya orang tua dapat mencegah hal tersebut terjadi dengan memberikan bimbingan terhadap anak untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Tanpa harus menggunakan username dengan nama-nama yang aneh bahkan dengan kata-kata kotor. Namun sangat disayangkan di Belitung tidak semua orang tua melek teknologi, walupun kini sudah memasuki era digital.

Ketidaktahuan orang tua terhadap tata cara penggunaan telpon pintar dan tidak bisa  memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Menjadi pemicu bebasnya anak-anak usia sekolah dalam berekspresi di media sosial di mulai dari mengupload konten berupa foto atau video yang kurang pantas dikonsumsi publik hingga penggunaan username dengan nama yang lucu hingga dengan kata-kata kotor.

Disayangkan memang fenomena seperti ini harus terjadi di tanah melayu seperti Pulau Belitung yang mana budaya melayu dikenal memiliki budaya yang sopan dan beretika. Namun dengan munculnya fenomena tersebut membuat anggapan terhadap masyarakat melayu masyarakat yang berbudaya dan sopan menjadi luntur.

Perlu kiranya ada pihak yang mengawasi kegiatan remaja usia sekolah di media sosial, terutama orang tua dan pihak sekolah selaku orang yang paling dekat dengan anak yang terlibat dalam fenomena tersebut. Sekolah dan orang tua harusnya mampu menjadi pihak yang memberikan pencegahan/preventif supaya fenomena tersebut tidak terus berlanjut.

Karena sangat tidak enak dibaca seorang anak remaja usia sekolah menggunakan username di media sosialnya dengan nama-nama yang tidak sesuai dan tidak semestinya digunakan. Penggunaan username yang tidak sesuai tersebut juga merupakan hoax atau penipuan.

0 komentar:

Posting Komentar