Persis seminggu yang lalu, sore itu kita sedang berjalan bergandengan tangan menikmati keindahan hutan pinus dan udara yang sejuk sembari mengingat memori demi memori di masa lalu yang pernah kita lewati.
Sesekali kita berhenti melangkah dan mengabadikan beberapa gambar, berfoto bersama dengan gaya-gaya yang lucu dan aneh.
Namun ketika aku baru akan mereka ulang kapan terakhir kali kita berjalan berdua seperti ini, tiba-tiba saja kabut telah mengelilingi kita di sertai dengan tetesan-tetesan air hujan yang sepertinya mengingingkan kita untuk cepat beranjak dari tempat ini.
Semakin erat genggaman tangan itu, sembari berlari-lari kecil menuju pendopo terdekat untuk berteduh dan benar sekali air yang jatuh menghembas bumi itu membuat kita harus berteduh.
Namun selang beberapa saat sepertinya hujan mulai mereda, genggaman tangan itu seperti tak ingin terlepas masih saja melekat disertai dengan rebahan kepala yang terlihat begitu lelah di pundakku.
Aku tak berucap sepatah katapun mencoba menikmati suasana dan mengingat-ingat kapan hal seperti ini terjadi mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu.
Aku merasakan seperti tak ada yang berubah, genggaman tangan itu, keikhlasan tubuh itu untuk bersandar dan senyum yang terpancar dari wajah kedua insan tersebut. Hujan telah menghantarkan kami untuk terjebak dalam memori masa lalu. ~Bersambung
18:19 WIB
01.02.2017

0 komentar:
Posting Komentar